Edisi 04-02-2016
Satpol PP Jaring 30 Gepeng dan Anjal


MEDAN – Petugas Satpol PP Kota Medan menggelar razia penertiban gelandangan, pengemis, dan anak jalanan (anjal) di sejumlah persimpangan wilayah Kota Medan, kemarin.

Pasalnya, keberadaan mereka kerap membuat masyarakat tidak nyaman. Selain itu, kondisi persimpangan Kota Medan kerap dijadikan lapak tempat mangkal para gelandangan, pengemis, dan juga anjal. Jadi, menimbulkan kesan yang kurang nyaman dan aman. Razia tersebut juga diduga sudah bocor. Sebab, hanya 30 orang yang terjaring dalam kegiatan tersebut.

Dari 30 orang tersebut, lima di antaranya wanita. Sebelum melakukan penertiban, dua kompi (setingkat SSK) petugas Satpol PP Kota Medan yang berjumlah 108 orang terlebih dahulu menggelar apel di Kantor Satpol PP, Jalan Adinegoro. Setelah menerima arahan dari Kasatpol PP, M Sofyan, petugas dengan mengendarai tiga unit truk, tiga unit mobil pikap dan belasan sepeda motor bergerak menuju persimpangan jalan yang telah ditetapkan menjadi target razia.

Lokasi yang dirazia antara lain persimpangan Jalan Cemara/ Jalan Krakatau yang menjadi target pertama. Kemudian Jalan Kol Yos Sudarso/ Jalan Pertempuran, persisnya di bawah jembatan layang, tim hanya berhasil mengamankan seorang gepeng. Lalu, di Jalan Gatot Subroto/Jalan Asrama, dimana di tempat itu tim kembali tak menemukan satu pun gepeng maupun anjal.

Razia dilanjutkan di kawasan SimpangPosPadangBulan, kali ini tim berhasil menciduk tiga orang pengamen yang tengah beraksi. Meski sempat kabur namun ketiga pengamen kalah cepat dengan petugas sehingga mereka hanya bisa pasrah saat disuruh naik ke atas truk. Kemudian di Jalan Tritura/Jalan STM, Jalan Marendal/Jalan Sisingamangaraja, dan lainnya.

Bahkan, di Jalan Juanda simpang Jalan Katamso, tim mengamankan lima anjal dan pengemis. Sebanyak tiga di antaranya ditangkap saat sedang asyik ngelem. “Seluruh gepeng dan anjal yang diamankan tersebut akan dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata dan dibina,” ungkap Kasatpol PP, Muhammad Sofyan. Razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan.

Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan bermotor. Di samping itu untuk menciptakan ketertiban, karena keberadaan gepeng dan anjalinimengganggu kelancaran lalulintas. Diamenjelaskan, razia ini dilakukan sore hari karena para gepeng maupun anjal itu mulai beroperasi pada saat jam pulang kantor.

“Usai buat surat pernyataan, mereka kami lepaskan kembali. Soalnya Satpol PP tidak diperkenankan menahan mereka. Kami sifatnya hanya membina saja. Agar pembinaan yang dilakukan lebih efektif, kami berharapPemkoMedandapatmembangun panti. Jika tempat itu (panti) ada, tentunya dapat kami gunakan untuk membina mereka lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri Lubis, mengungkapkan, akan terus berupaya memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat Kota Medan. “Makanya, kami minta Satpol PP diminta terus melakukan razia secara rutin. Jadi, keberadaan mereka di Medan tidak meluas,” ucapnya.

Reza shahab

Berita Lainnya...