Edisi 04-02-2016
82.801 KIS Sumsel Dinonaktifkan


PALEMBANG-Sebanyak 82.801 pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Provinsi Sumsel dikeluarkan dari kepesertaan BPJS sebagai penerima bantuan iuran (PBI).

Akibatnya, mereka tidak bisa lagi mendapatkan subsidi pe - merintah sebagai peserta BPJS mandiri. Dari jumlah itu, di Kota Palembang sebanyak 12.122 KIS yang dinonaktifkan sebagai BPJS subsidi. Hal ini diungkapkan Kepala BPJS kesehatan Cabang Palem - bang, yang membawahi lima kabupaten di Sumsel Sudarto, kemarin. Dia mengatakan, alasan penonaktifan dikare nakan pemu k-tahiran data yang dilakukan Kementerian Sosial.

Dari proses itu, terjadi peru - bahan kepemilikan KIS di masyarakat. Perubahan tidak hanya menonaktifkan, namun juga menambahkan kepeser ta - an KIS yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, atau dikenal BPJS PBI. Selama tiga bulan terakhir, BPJS kesehatan terus melakukan pendistri bu - sian KIS.

“Alasan menonaktifkan KIS, yakni tiga hal. Mulai dari pemegang KIS pindah alamat, pemegang KIS meninggal dunia dan pemegang KIS sudah tidak lagi miskin,” ucapnya. Temuannya, di Kota Palem - bang mencapai 70 pemegang KIS mengajukan pernyataan tidak lagi tergolong mis kin. Hal ini juga menjadi gam baran, jika kesadaran warga Palembang makin meningkat untuk tidak lagi menjadi beban negara.

Dengan kata lain, me re ka memberikan hak sub sidi ke - sehatan kepada yang le bih ber - hak menerimanya. “Ini yang menjadi apresiasi bagi mereka. Karena sudah tidak lagi miskin atau ekono - minya sudah membaik, akhir - nya mereka mendaftar sebagai pemegang KIS tanpa subsidi atau mandiri,” katanya. Untuk mereka pemegang KIS yang berubah status peng - klaimannya, kata dia, tidak harus lagi mendaftar atau me - ng ulang kepengurusan kar - tunya.

Kondisi penonaktifan sebenarnya lebih sedikit diban - dingkan penambahan. Dari perubahan yang dilakukan Ke - menterian Sosial berdasarkan Kepmen 170/HUK/2015, ternyata diketahui jika jumlah kepesertaan BPJS PBI me ning - kat. “Di Palembang misalnya, dari 12.122 KIS yang dinon - aktifkan, terjadi penambahan 33.342 peserta KIS PBI. Se - hingga, sebelumnya pemegang KIS PBI hanya 410.504 orang bertambah menjadi 443.646 orang.

Penambahan lebih ting - gi dari pengurangan (penon - aktifan),” ujarnya. Dari data yang sama, BPJS Sum sel telah menonaktifkan sebanyak 82.272 pemegang KIS PBI, namun ternyata ter - jadi penambahan mencapai 140.579 orang, sehingga saat ini kepesertaan BPJS dengan disubsidi pemerintah atau KIS PBI mencapai 2,5 juta.

Padahal sebelumnya hanya 2,4 juta pemegang KIS PBI atau di - subsidi pemerintah di Sumsel. Selama tiga bulan proses pendistribusian, Sudarto mengatakan, sudah ters alur kan mencapai 87% di wilayah Kan - tor Cabang Palembang. Jum - lah ini lebih tinggi di ban - dingkan dengan Sumsel yang baru 67%.

Proses pen-dis-tri - bu sian yang dilakukan di Sum - sel, langsung kealamat pe-me - gang kartu dengan meng gu - nakan jasa pihak ketiga. “Untuk memudahkan pe - mantuan dan penanganan dis - tribusi KIS, BPJS sudah mem - buka layanan posko di Kantor BPJS Palembang. Pantauannya memang ada yang salah ketik nama, alamat, hingga alasan lainnya. Peserta BPJS dengan PBI juga dapat memantau kepesertaan mereka di posko tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala BPJS wila - yah Sumsel Fachurori men am - bahkan, pendistribusian yang ditargetkan dapat segera di - laksanakan, memang meng ala mi kemunduran. Hal itu karena adanya perubahan data baik penonaktifandanpe nambahan. Berdasarkan peraturan, pro ses perubahan data dila ku - kan setiap enam bulan sekali.

Perubahan status kepemilikan KIS disesuaikan dengan hasil survei yang dilakukan pe-me - rintah dan pelaporan dari pe - me gang KIS tersebut. “Ada saja pemegang KIS yang sebelumnya PBI namun beralih mandiri, karena mere - ka sudah bekerja. Sehingga penanggungan dilakukan pe - rusahaan mereka bekerja.

Na - mun ada juga yang sudah layak ekonominya, sehingga tidak berkenan terdata kurang mam pu. Itupun ternyata dite - mu kan di beberapa BPJS kan - tor cabang,” katanya.

Tasmalinda

Berita Lainnya...