Edisi 04-02-2016
Ekonomi Sumsel Bisa Tumbuh 5%


PALEMBANG– Bank Indonesia perwakilan Sumsel memprediksikan, jika pertumbuhan ekonomi tahun 2016 akan lebih membaik. Prediksi ini mengacu pada, peningkatan nilai investasi dari pemerintah maupun swasta di bidang infrastruktur.

Dikatakan Deputi Direktur Kan - tor perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bidang Perbankan, Juli Budi Wi nantya, pihaknya menya - kini jika ekonomi Sumsel di tahun ini lebih berkembang dan berge - rak cepat dibandingkan tahun lalu. Pening katan pertumbuhan ekonomi, ju ga akan berada di level baik, di an taranya 5,8-6,3%.

Per - tumbuhan ekonomi, tidak lain dipicu oleh peningkatan investasi yang ma suk ke Sumsel. “Investasi memberi sum - bangsih tinggi pada pertumbuhan ekonomi, terutama pemba - ngunan infrastuktur, seperti Tol Palindra dan LRT. Nilai investasi yang masuk dan mulai bergulir dalam pembangunan memberi - kan dampak yang ganda pada eko nomi Sumsel. Karena itu, eko - nomi Sumsel bisa tumbuh baik di tahun ini,” ungkapnya usai acara seminar kewirausahaan yang di - selenggarakan oleh Kantor per - wakilan Bank Indonesia Sumsel kemarin.

Dia mengatakan, meski pem - ba ngunan insfrastuktur baru tahap awal, namun imbas pemba - ngunan sudah tampak misalnya penggunaan tenaga kerja, perge - rakkan perdagangan dan uang pa - da transaksi yang terjadi di Sum - sel. Hal ini tentu memberikan im - bas positif, karena nilai investasi akan segera dirasa meski baru ta - hap awal pembangunan.

“Dengan pembangunan, ada pergerakkan ekonomi. Hal itu se suai dengan instruksi paket eko nomi Jokowi-JK yang men - do rong percepatan pemba - ngunan insfra stuk tur di daerah. Akhirnya juga terasa di Sumsel,” ungkapnya. Keoptimisan pertumbuhan ekonomi di Sumsel juga imbas dari perbaikan ekonomi dunia. Misalnya saja, ekonomi di Ame - rika Serikat yang mulai membaik.

Kondisi itu membuat ekonomi Sumsel juga berimbas. Penyebab - nya, sebagian besar nilai ekspor yang dilakukan Sumsel menjadi pangsa pasar di negara-negara maju tersebut. “Ini juga angin postif bagi ko - mo diti unggulan sumsel, seperti karet dan kelapa sawit,” katanya. Namun begitu, dia meng ingat - kan agar pemerintah juga da pat mengimbangi peningkatan ekono mi dunia, dengan per baik an har ga komiditi ekspor.

Selain ter - da pat pasar yang postif, peme - rintah daerah juga harus memba - ngun hilirisasi guna men jadi nilai tambah bagi komoditi ekspor. “Saat pasar lemah, jika komo - diti bersaing, tentu harga akan baik. Untuk meningkatkan per - sai ngan komoditi, sebaiknya ja - ngan menjual barang mentah, me lainkan ada prospek hilirisasi, untuk mengubahkan menjadi setengah jadi atau komoditi dagang lainnya,” terangnya.

Selain pasar global yang ma - kin baik, Juli mengatakan, penya - lur an kredit usaha rakyat (KUR) yang dilakukan Bank Indonesia juga makin meningkat. Tahun ini, BI perwakilan Sumsel sudah me - ng elontorkan tiga program yang mendukung perkembangan UM - KM, termasuk KUR di Sumsel. Se - hingga, percepatan dan pertum - buh an sektor mikro ekonomi, juga menjadi penyumbang meski belum terlalu besar.

“Ada dana KUR Rp100 miliar yang mulai dibagikan, pengusaha kecil, mikro dan menengah di Sum sel juga akan mendapat kan - nya. Namun, nanti juga sinkron - kan datanya pada bidang KUR, saya belum mengetahui betul besaran disalurkan di Sumsel,” ungkapnya.

Gelar Seminar Kewirausahaan

Di tempat yang sama Juli me - ngatakan, BI berupaya guna me - ningkatkan daya saing bagi peng - usaha kecil, menengah dan mikro di Sumsel. Salah satunya pening - katan kapasitas dan daya saing usa ha. Para peserta seminar me - ru pakan wirausahaan binaan dari Bank Indonesia yang tergabung dalam beberapa komunitas. “Kegiatan ini berupaya me - num buhkan para entrepreneur muda di Sumsel.

Dilakukan pem - bi naan dalam meningkatkan da - ya saing. Sehingga jenjang dan usa ha akan terus berkembang. Ti - dak hanya mikro, namun naik men jadi menengah, lalu bisa ber - saing di pasar nasional dan inter - nasional,” ujarnya. Sementara itu, Trainerdan Mo - tivator, Remaja Tampubolon me - ngungkapkan, persaingan usa ha dalam 2016 pada Masyara kat Eko nomi ASEAN mendorong ada nya inovasi dan kreatifitas dari pengusaha mikro dan mene - ngah.

Saat seseorang memulai bisnis dan usaha mereka, tentu membutuhkan metode dan ino - vasi untuk mampu bersaing dan menguasai pangsa pasar. “Sederhananya bagaimana para peserta mampu menangkap kemampuan diri, proses, produk dan pasar yang ada. Untuk itu, butuh ilmu, butuh sharing dan butuh jaringan yang lebih luas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza mengata - kan, proses hilirasasi memang menjadi jawaban atas persaingan produk di pasar dunia, apalagi de - ngan MEA saat ini. Misalnya pe - ngelolaan karet dan sawit mulai dibangun meski bukan skala besar atau langsung menguasai pasar dunia.

“Pengembangan hilirisasi ini mulai harus dilakukan, karena menjual produk unggulan dalam bentuk sederhana, misalnya bo - kar karet tentu akan lebih ber - harga rendah jika sudah dikelola. Hilirisasi inilah yang mendukung perekonomian masyarakat di tahun ini,” ungkapnya.

Tasmalinda

Berita Lainnya...