Edisi 04-02-2016
Kapolda: Jika Tidak Bisa Baik-Baik, Kita Bersihkan Semua


PALEMBANG– Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo mulai ge ram dengan perilaku para pelaku pungutan liar (pungli) di Sumsel. Dia memerintahkan ja - jarannya untuk menangkap dan menindak para pelaku, jika pen - dekatan persuasif tidak mem - buahkan hasil.

“Kita jangan kalah dengan preman yang meresahkan peng - guna jalan. Namun, saat ini kita masih akan melakukan tin dak - an secara baik-baik, karena saya paham betul ma - syarakat Sumsel semua nya baik jika di - ajak untuk melakukan mu syawarah. Jika tidak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, besok (segera) kita ber - sihkan se mua,” kata Djo ko saat bertemu pim - pinan media mas - sa di Pa lembang, kemarin.

Untuk me - mi nimalisasi pung li, Polda Sum sel juga su - dah membentuk Tim Patroli Jarak Jauh. Selain men cegah, tim ini juga berwe - nang melakukan penindakan terhadap penggaggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kam - tib mas). “(Tim) Patroli Jarak Jauh ini nantinya akan berpatroli di se - luruh wilayah Sumsel.

Jika dite - mu kan gangguan kamtib mas, maka akan tindak langsung. Itu upaya pencegahan yang kita la - kukan,” ujar Djoko menjelaskan. Menanggapi fenomena pungli yang ada di Sum - sel, Pengamat Sosial dari UnsriAlfitrimengata kan, harusnya pihak ber - wenanglebihte gasdan tidak memberi ce lah bagi para pelaku pungli ter - sebut.

Menurutnya, tak ada alasan lagi un tuk merang - kul masyarakat yang me - lakukan pungli tersebut. “Lang sung sikat saja o k n u m m a s y a - r a k a t yang mela - ku kan pungli, tak per - lu perduli dengan backing-nya.” “Tindakan tanpa kompromi harus diterapkan kepada pelaku pungli. Kita harus berkaca pada negara-negara maju di luar sa - na, yang mengharamkan pung - li,” tuturnya.

Apalagi, jika pelaku pungli tersebut dari masyarakat sipil, tentunya pihak-pihak terkait harus memberikan efek jera. Hal itu dilakukan untuk kema - juan di Sumsel. “Pungli yang dilakukan masya rakat itu yang lebih parah, mereka tidak jelas. Itu karena ketidakjelasan apa ratur, bah - kan aparatur juga me lakukan pungli.

Seperti kasus heng kang - nya beberapa perusa haan asing dari Indonesia. Itu menurut asum si saya, karena kebanyak - an pungli di negara kita jadi mereka memilih heng kang dan itu membuat kita rugi, karena pertumbuhan ekonomi kita jadi lambat,” terangnya.

Adi haryanto

Berita Lainnya...