Edisi 04-02-2016
Korban Banjir Mulai Terserang Sakit


SEKAYU– Pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu, beragam penyakit mulai mendera warga Kabupaten Muba, khususnya di Kecamatan Sanga Desa yang menjadi daerah terparah diterjang banjir.

Penyakit yang mendera warga tersebut di antaranya penyakit kulit.“Ya, sekarang warga kita mulai diserang penyakit kulit, seperti kutu air dan kadas. Ini di karenakan warga selalu ber - sentuhan dengan air yang kotor akibat banjir beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Desa Pengage Kecamatan Sanga Desa, Hafiz.

Salah satu daerah yang ter - parah terkena banjir beberapa waktu lalu, yakni Dusun III Desa Pengage. Di sana hampir se lu - ruh rumah yang ada terendam air dari luapan Sungai Musi. “Memang sekarang airnya su - dah mulai surut, tapi pe nya kit - nya baru terjadi,” katanya. Menurut Hafiz, jumlah war - ga di daerah tersebut yakni se - ba nyak 80 kepala keluarga dan air yang merendam daerah ter - se but beberapa waktu lalu cu - kup tinggi yakni hampir satu me ter.

“Kita sudah sampaikan bantuan obat-obatan ke Dinas Kesehatan, melalui kecamatan dan kita berharap musibah ini dapat berlalu dengan cepat,” terangnya. Sementara, salah satu warga dusun tiga yang korban banjir, Doko, 45, mengatakan, akibat banjir yang terjadi saat ini banyak warga yang menderita penyakit kulit, seperti gatalgatal dan sebagainya.

“Memang banjir sudah surut, tapi dampak penyakit kulit baru dirasakan. Sebab, selama banjir berharihari warga bersentuhan dengan air yang kotor,” jelasnya. Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba, Sriwijayani melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Ling - ku ngan (P2PL), Chandra meng - klaim pihaknya telah menyalurkan bantuan obat-obatan ke pa - da korban banjir yang ada di K e - camatan Sanga Desa. “Untuk obat-obatan bagi korban banjir sudah kita kirim.

Bahkan jika nanti terjadi ke ku - ra ngan obat dapat kita ki rim - kan lagi,” tegasnya. Bukan hanya itu saja, sam - bungnya, pihaknya juga telah menyiagakan lima puskesmas di lima kecamatan yang rawan banjir yakni Puskesmas Sanga Desa, Babat Toman, Lais, La - wang Wetan dan Sungai Keruh.

“Dalam memberikan pelaya - nan dan penanganan terhadap warga korban banjir, petugas telah disiagakan 24 jam. Di mana tim yang terdiri dari tiga orang selalu memantau ke lo - kasi maupun desa yang terkena banjir,” tandasnya. Camat Sanga Desa, Freewan Novio menuturkan, pihaknya telah mengambil berbagai lang - kah untuk menanggulangi para korban banjir yang ada di wi la - yahnya,

mulai dari melakukan pendataan evakuasi mem ba - ngun dapur darurat, hingga me - nyiapkan tempat-tempat pe - nam pungan sementara bagi pa - ra korban banjir. “Kita sudah me - ne rima berbagai bantuan, baik itu pangan maupun obat-obatan dari berbagai pihak,” tandas dia.

Peninjauan Kawasan Langganan Banjir

Sementara itu, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Camat Peninjauan, Feri Iswan mengatakan, pihaknya me was - padai banjir pada musim peng - hujan saat ini. Dan di OKU jelasnya, Kecamatan Penin jau - an merupakan salah satu da - erah rawan banjir. Sedikitnya ada empat daerah rawan banjir.

Yakni Desa Kepayang, Belim - bing, Saung Naga dan Mandala. ”Dari pemetaan kami ada empat desa yang rawan banjir. Sejauh ini belum ada banjir. Na - mun, mulainya masuk peng hu - jan ini, kami mengimbau ke pa - da masyarakat untuk waspada. Kami sudah berikan surat eda - ran ke masing-masing kades un - tuk disampaikan ke masya ra - kat,” kata Feri.

Untuk mengantisipasi mun - cu lnya banjir tahunan, pe me - rintah kecamatan mengimbau warganya, supaya tidak mem - buang sampah ke sungai dan menjaga kebersihan di ling ku - ngannya. Pihak kecamatan juga terus melakukan pemantauan melalui masing-masing desa. Untuk koordinasi jika banjir datang, sudah siap posko pe - nang ulangan bencana. ”Kami juga sudah bentuk tim di ma - sing-masing desa,” tambahnya.

Amarullah diansyah/ ibrahim arsyad

Berita Lainnya...