Edisi 07-02-2016
Lusa, Umat Islam Diimbau Dirikan Salat Gerhana


Kementerian Agama (Kemenag) Sumut mengeluarkan surat edaran mengimbau umat Islam untuk melakukan salat sunah gerhana pada hari terjadinya gerhana matahari, Rabu (9/3). Melalui surat edarannya Nomor 272 2016 tentang salat gerhana matahari, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Tohar Bayoangin mengungkapkan, menurut data astronomis, Rabu (9/3) bertepatan dengan 29 Jumadil Awal akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) di seluruh Indonesia. Berdasarkan kajian syar’i, fenomena gerhana matahari merupakan bukti keagungan Allah SWT.

Sehingga di saat terjadi gerhana matahari, umat Islam disunahkan untuk melakukan salat gerhana. “Oleh karenanya, diminta agar Kepala Kantor Kemenag kabupatenkotadanKepalaKUAdi Sumut bersama para ulama, para pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah, dan masyarakat melaksanakan salat gerhana matahari atau kusyuf al syams diwilayahmasing-masing,” paparnya, Minggu (6/3). Surat edaran terkait salat sunat gerhana matahari itu sesuai dengan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama RI Nomor Dj.II/HM.01/328/- 2016 tanggal 16 Februari 2016 perihal seruan salat gerhana. WakilKetuaMUISumutAsro menjelaskan, salat gerhana terdiri atas dua rakaat.

Setiap rakaat dua kali rukuk. Adapun niatnya “usholli sunnatan kyusuf rok’ataini makmumanlillahita’ala” atau sengaja aku salat sunat gerhana dua rakaat mengikuti imam karena Allah SWT. Kemudian takbiratul ihram, membaca do’a iftitah dan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Kemudian rukuk dan kemudian i’tidal. “Setelah i’tidal, tidak langsung rukuk seperti salat biasanya, melainkan dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah lagi dan surat yang panjang.

Kemudian rukuk lagi dan i’tidal lagi, lalu sujud. Setelah itu duduk di antara dua sujud kembali. Setelah itu melanjutkan kerakaat keduayangsamaseperti di rakaat pertama, kemudian tahyat dan salam,” ucapnya. Jadi, salat sunat gerhana matahari harus membaca dua kali surat Al Fatihah dan surat panjang di setiap rakaatnya. Totalnya ada empat kali membaca surat Al Fatihah dan surat panjang selama salat sunat gerhana matahari tersebut.

“Setelah salat sunat gerhana, imam akan menyampaikan khutbahnya yang menjelaskan tentang gerhana matahari itu yang tujuannya mengingatkan kita tentang kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala yang telah menciptakan fenomena gerhana matahari tersebut.

Semakin kita sadar bahwa itu semua ciptaan-Nya maka semakin kita siap menerima apa yang dijadikan Allah tersebut,” ujarnya. Asro menambahkan, tujuannya agar umat Islam akan semakin dekat dengan Allah SWT dan selalu melakukan muhasabah, mengoreksi diri. “MUI Sumut sendiri telah mengimbaukepada seluruhanggotanya melalui muzakarah yang dilakukan dua minggu lalu untuk melakukan salat sunat gerhana matahari tersebut. Salat sunat gerhana dilakukan setelah terjadinya gerhana matahari tersebut,” pungkasnya.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG wilayah I Sumut Sunardi mengungkapkan, gerhana matahari ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Gerhana matahari yang akan terjadi di Kota Medan dan sekitarnya merupakan gerhana matahari parsial atau sebagian. Total gerhana yang terjadi sekitar 81% dan masih ada 19% lagimatahariyangakanterlihat.

Gerhana matahari akan berlangsung di rentan waktu mulai pukul 6.30 WIB. BMKG wilayah I Sumut akan melakukan pengamatan gerhana matahari di kantor BMKG KNIA bersama unsur muspida Sumut. “Kejadiannya hanya berlangsung 2 sampai 3 menit saja. Di wilayah kita, hanya gerhana matahari sebagian. Di Sumatera hanya di Sumsel saja yang akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT). GMT hanya terjadi selama 350 tahun sekali di lokasi yang sama,” ungkapnya.

Menurut pengamat kesehatan Dr Delyuzar, gerhana matahari sebagian tidak bisa dilihat langsung. Harus menggunakan alat khusus untuk bisa melihatnya. Itu karena gerhana matahari sebagian masih menyisakan cahaya matahari. “Bisa merusak mata kalau melihatnya secara langsung. Begitu juga dengan ibu hamil juga sama halnya dengan manusia biasa lainnya dilarang melihat gerhana matahari sebagian itu secara langsung. Tapi saya rasa dampak lainnya tidak ada karena gerhana matahari yang akan berlangsung cuma sebentar,” paparnya. ● dicky irawan

Berita Lainnya...