Edisi 07-02-2016
Menjabat Tiga Periode, Rektor UMA Dilaporkan ke Kopertis


MEDAN – Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr Yakub Matondang kembali menjabat untuk ketiga periodenya di kampus itu. Jabatan ketiga periodenya ini pun menuai kecaman dari internal kampus yang beralamat di Jalan Kolam, Medan Estate, Percut Sei Tuan itu. Akibatnya, Prof Yakub pun sekarang dilaporkan ke Kopertis Wilayah I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Prof Yakub dilaporkan mahasiswanya ke Kopertis. Victor Danny Nainggolan, Gubernur Fakultas Hukum UMA mengatakan, pihaknya melaporkan sang rektor ke Kopertis Wilayah I Sumbagut karena dinilai ingin menguasai UMA seumur hidup.

”Kita menolak aksi pak rektor yang ingin menguasai UMA dengan caracara melakukan pelanggaran hukum. Karena beliau sudah menjabat rektor selama dua periode. Ini mau yang ketiga periode, ini jelas perbuatan melanggar hukum,” kata Victor kepada wartawan, Minggu (6/3). Victor mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 67 tahun 2008 pada Pasal 12 dijelaskan, masa jabatan pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas adalah 4 tahun dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut.

”Dari Peraturan Menteri Pendidikan ini sudah jelas bahwa jabatan rektor maupun dekan fakultas hanya bisa dua periode. Kami heran kenapa pak rektor ngotot sekali menjabat tiga periode,” kata Victor. Karena itu, kata Victor, pihaknya pun terus mengkritiki langkah Prof Yakub yang ingin berkuasa di UMA lebih dari dua periode. Menurutnya, Prof Yakub seharusnya memberikan kesempatankepadayanglainuntuk menjadi rektor di kampus itu. Selain menjabat tiga periode, lanjut Victor, pihaknya juga menemukan kejanggalan lain di kampus itu, yakni pengangkatan Dekan Fakultas Hukum UMA Utary Maharani Barus.

Karena Utary Maharani Barus merupakan dosen tetap di Universitas Sumatera Utara (USU). Dia tidak pernah diberikan izin menjabat di luar lingkungan USU. ”Ini kejanggalan-kejanggalan yang kami temukan di UMA. Maka kami laporkan permasalahan ini ke Kopertis Wilayah I Sumbagut,” kata Victor. Arif S, mahasiswa Fakultas Hukum UMA mengatakan, pihaknya akan terus mengkritiki langkah Rektor Prof Yakub yang menjabat tiga periode ini. Bukan hanya itu, sekarang statuta kampus pun mulai tidak transparan. ”Bahkan tidak jelas apa isinya, banyak pihak tidak diberitahu. Ini akan terus kita kritisi, kita juga meminta agar pelantikan Dekan Fakultas Hukum ini ditunda,” katanya. ●panggabean hasibuan

Berita Lainnya...