Edisi 07-02-2016
Pemko Harus Tertibkan Ternak Kaki Empat


MEDAN– Warga Kecamatan Medan Area kembali mendesak Pemerintah Kota Medan menertibkan ternak kaki empat di lingkungan mereka. Hal ini terungkap dalam reses Anggota DPRD Sumut daerah pemilihan Kota Medan, Minggu (6/3).

Djoeli, yang melakukan reses ke Lingkungan VIII, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, mendapatkan aspirasi dari ratusan warga. Mereka meminta Pemko Medan menertibkan dan membongkar ternak kaki empat (babi) yang ada di Jalan Pendidikan, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Area.

”Kami berharap sangat kepada Bapak Djoeli agar mendesak Wali Kota Medan menertibkan pemeliharaan ternak kaki empat di permukiman penduduk. Sebab kami tak kuat mencium baunya pak, tolonglah itu dicari solusinya,” kata Abdul Basir Harahap, salah seorang warga sambil menunjukkan kandang ternak itu yang persis di belakang pertemuan. Menurut Basir, kepemimpinan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution sangat diuji dengan keberadaan ternak kaki empat di permukiman penduduk. Sebab persoalan ini sudah berlangsung lama dan belum ada solusi konkret. Warga lainnya, Halim Nainggolan, meminta agar memperjuangkan di bangunnya saluran drainase atau parit di lingkungan VIII, khususnya Lorong Sipirok Jalan Seto. Sebab, kata Halim, sudah beberapa tahun ini parit di lingkungan tidak mengalir sehingga jalan yang biasa dilalui warga tergenang air limbah.

”Kami berharap masalah ini bisa diteruskan. Sebab kami khawatir warga di sini terjangkit DBD (demam berdarah dengue) akibat air parit yang terus tergenang,” ujarnya. Kemudian warga lainnya, Lasmi, berharap DPRD Sumut Dapil Medan memperjuangkan anggaran atau bantuan terhadap sarana olahraga yang dibutuhkan para pemuda dalam mengantisipasi bahaya narkoba di kalangan generasi muda. ”Selain itu, kami juga berharap memperjuangkan lampu penerangan di daerah ini dalam mengantisipasi segala bentuk kejahatan khususnya pencurian,” kata Nainggolan. Seusai mendengarkan seluruh aspirasi warga, Anggota DPRD Sumut N Djoeli mengaku setuju bahwa pemeliharaan ternak kaki empat di inti kota apalagi di permukiman penduduk harus segera ditertibkan karena bertentangan dengan Undang- Undang No 14/2011.

”Saya akan menyampaikan hal ini ke Wali Kota Medan,” ujarnya. Sementara menjawab soal dibangunnya drainase atau parit di permukiman warga, Nezar siap menyampaikan dan memperjuangkan kepada pihak-pihak yang terkait guna dianggarkan dalam APBD 2017. Berkenaan dengan permohonan penyediaan sarana olahraga bagi kalangan pemuda, khususnya tenis meja guna mengantisipasi bahaya narkoba, Djoeli langsung memberikan dana sebesar Rp1 juta kepada warga.

”Permohonan sarana olahraga seperti tenis meja seharusnya dianggarkan dalam bantuan sosial. Namun, karena tahun ini basos tidak ada lagi, maka saya bantu sedikit. Nanti kita patungan saja dengan warga yang lain,” katanya. ●fakhrur rozi

Berita Lainnya...