Edisi 07-02-2016
Pengedar Uang Palsu Diamankan


TARUTUNG – Seorang warga Desa Aek Siancimun, Kecamatan Tarutung, berinisial PP, 39, diamankan Polres Tapanuli Utara (Taput) karena diduga menyebarkan uang palsu pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 yang berjumlah sekitar Rp7 juta. Humas Polres Taput, Ipda W Baringbing menjelaskan, kasus peredaran uang palsu tersebut terungkap dari laporan warga kepada polisi desa dan Babinsa Kodim 0210 TU. Dari informasi tersebut, uang palsu tersebut digunakan untuk berbelanja keperluan sehari-hari.

Dua petugas tersebut pun menyelidiki laporan tersebut dan mengecek ke beberapa warung. Dari satu warung mereka menemukan PP dan setelah diperiksa ditemukan satu tumpuk uang dengan jumlah sekitar Rp7 juta. Uang tersebut kemudian dibawa petugas ke salah satu bank dan memeriksa keasliannya. Ternyata setelah diperiksa, pihak bank menggunakan ultraviolet dipastikan uang tersebut palsu. “Sampai saat ini PP belum mengaku sumber uang tersebut, namun pihak kepolisian telah mengamankannya bersama barang bukti. Selain itu, PP juga sudah diinterogasi terkait penggunaan uang tersebut,” kata Humas Polres Taput Ipda W Baringbing kepada KORAN SINDO MEDAN, Minggu (6/3). Status dari PP masih sebatas saksi dan belum dapat ditetapkan tersangka. Pasalnya, PP sampai saat ini belum memberikan penjelasan resmi tentang uang tersebut.

Keseluruhan uang tersebut masih dalam kondisi baru. “Kita meminta warga untuk waspada serta memahami perbedaan uang palsu dan uang asli,” ujar Baringbing. Baringbing menambahkan, pihak kepolisian juga akan melakukan penelusuran ke sejumlah warung yang disinggahi PP guna mengecek apakah uang tersebut sudah sempat digunakan untuk berbelanja.

“Penetapan tersangka belum dapat kita lakukan karena PP belum mau bicara dari mana sumber uang tersebut. Pemeriksaan terhadap PP akan dilanjutkan pada hari Senin,” ungkapnya. Sementara itu, seorang pedagang di Tarutung, Fendiv Tobing mengaku tidak menyangka ada warga Tarutung menggunakan uang palsu dengan pecahan kecil.

Pasalnya, jika itu pecahan, besar kemungkinan digunakan berbelanja di warung kecil juga sangat jarang. “Dengan uang pecahan kecil sangat berpeluang digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari, seperti membeli rokok, perlengkapan mandi, dan yang lainnya. Kami berharap kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas,” ucapnya. ●baringin lumban gaol

Berita Lainnya...