Edisi 07-02-2016
20 Mantan Anggota Gafatar Tiba di Surabaya


SURABAYA – Lagi, sebanyak20 mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tiba di Surabaya. Mereka langsung di tempatkan di Asrama Transito, Jalan Margorejo 74, Surabaya.

Puluhan orang itu dipulangkan dari Kalimantan Barat melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemudian menggunakan jalur darat ke Surabaya. Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, mereka tiba pada Jumat (5/2) pukul 23.00 WIB. Puluhan petugas Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonocolo langsung melakukan pengamanan di Asrama Transito.

“Penempatan personel untuk memantau perkembangan situasi selama mereka tinggal di asrama,” kata Lily Djafar kemarin. Polrestabes Surabaya melakukan pendataan dengan mengambil sidik jadi dan identitasnya. Dari hasil pendataan tersebut, diketahui 4 orang berasal dari Surabaya, 6 orang dari Kabupaten Sidoarjo, 2 orang dari Kabupaten Gresik, 3 orang dari Kabupaten Malang, dan 5 dari Kabupaten Ngawi.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf mengharapkan para mantan anggota Gafatar ini cepat sadar bahwa ajaran yang mereka anut salah karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan sesat. “Semakin cepat sadar, tentu mereka akan cepat diterima masyarakat,” katanya.

Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, mengimbau masyarakat untuk tidak menjauhkan mereka karena mereka hanyalah korban. “Mereka itu hanya korban, jadi jangan dijauhkan,” ucapnya. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid mengatakan bahwa banyak di antara mantan anggota Gafatar adalah korban.

Untuk itu, perlu penanganan khusus dengan tidak hanya memberikan fatwa sesat, tetapi juga pencerahan yang mampu mengarahkan mereka pada ajaran yang benar dan bisa diterima masyarakat. “Masyarakat juga tidak boleh mengucilkan mereka. Masyarakat juga perlu diberikan pencerahan supaya mampu mengarahkan dan menerima para mantan Gafatar. Jadi, mereka tidak dikucilkan tanpa ada solusi,” katanya.

Lutfi yuhandi

Berita Lainnya...