Edisi 07-02-2016
Adu Cepat Makan Durian, Bawa Pulang Sisa dengan Plastik


Festival durian kembali digelar di Kota Semarang. Setelah sukses di Kecamatan Mijen pada 23 Januari lalu, kali inievent serupa kembali digelar di Waduk Jatibarang Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Selain ribuan orang yang sibuk mencari buah yang sering disebut buah raja ini, kegiatan unik yang selalu tersaji dalam event tersebut adalah lomba makan durian. Ya, lomba cepatcepatan menghabiskan satu buah durian ini menjadi hal yang paling ditunggu dan mampu menarik perhatian pengunjung. Kemarin lomba makan durian digelar dengan peserta sebanyak 54 orang.

Satu persatu, para peserta lomba yang telah mendaftar dengan biaya pendaftaran Rp50.000 itu saling adu cepat dalam menghabiskan durian yang ada di depannya. Aksi kocak selalu tersaji saat lomba dimulai. Ada beberapa orang yang memang serius memenangkan lomba, ada pula yang sekedar ingin meramaikan acara hingga makan durian dengan harga murah.

Seperti Zubaidah, 57, warga Pongangan, Kecamatan Gunungpati. Dia mengaku ikut lomba hanya ingin memakan durian dengan harga murah. Menurutnya, dengan uang pendaftaran Rp50.000 terbilang murah untuk memakan satu buah durian. “Kalau beli di lapak luar, durian sebesar ini harganya lebih dari Rp50.000. Jadi ya itung-itung ikut makan durian dengan harga murah,” katanya.

Uniknya, saat peserta lain berusaha menghabiskan durian dengan cepat, Zubaidah justru memakan durian hanya separuh. Sementara sisanya, dia bungkus menggunakan plastik dan dibawa pulang. Sontak aksi ini membuat para juri dan pengunjung lain tertawa terbahak-bahak. Sebab, baru kali ini ada peserta yang niat membawa plastik untuk membungkus buah durian yang dilombakan.

“Soalnya ingat anak, jadi mendingdibawa pulang,” katanya sambil tersenyum. Hal berbeda dikatakan peserta lainnya, Rohman, 48. Warga Banyumanik ini mengaku kecewa dengan durian yang digunakan untuk lomba para peserta. Sebab menurutnya, durian yang dilombakan tidak enak dan hambar.

Bahkan, sebagian durian jatahnya itu busuk sehingga tidak bisa dimakan. “Sebenarnya tadi tidak enak, duriannya tidak manis. Tapi karena ini lomba, jadi saya habiskan saja. Meski kecewa sudah bayar Rp50.000 tapi hasilnya seperti itu, tapi tidak apa-apa. Itung-itung ikut memeriahkan acara ini,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Durian Gunungpati Tumidi mengatakan, dalam kesempatan itu pihaknya menyiapkan 120 stan untuk warga. Selain untuk memajang durian, banyak pula stan yang digunakan untuk menjual berbagai makanan hasil olahan durian serta tanaman dan dagangan lainnya.

“Selain menjajakan durian, festival durian ini memang kami meriahkan dengan berbagai acara seperti lomba makan durian itu. Tujuannya agar masyarakat semakin terhibur,” kata dia. Tak hanya lomba makan durian, dalam kegiatan yang akan berakhir hari ini itu juga akan digelar lomba mewarnai untuk anak-anak.

Juga ada beberapa pementasan kesenian tradisional yang akan memanjakan para pengunjung. “Selain itu, lokasi festival ini yang berada di tempat wisata Waduk Jatibarang juga sengaja kami pilih agar masyarakat dapat menikmati durian sambil menikmati keindahan wisata waduk ini. Mereka dapat melihat keindahan waduk, mengunjungi gua, serta bermain dengan ratusan kera penunggu lokasi ini,” kata Tumidi.

ANDIKA PRABOWO
Kota Semarang

Berita Lainnya...