Edisi 07-02-2016
Liburan Imlek, Arus Kendaraan Naik 50%


PEKALONGAN– Jelang libur panjang perayaan Imlek arus lalu lintas jalur pantai utara (pantura) di Kota Pekalongan menjadi dua kali lipat dibanding hari biasa.

Kepala Dishubparbud Kota Pekalongan Doyo Budi Wibowo mengatakan peningkatan arus kendaraan itu ditambah dengan kendaraan pribadi dari arah Jakarta menuju Semarang. Peningkatan itu sudah terlihat sejak Rabu dan Kamis lalu, biasanya pada hari itu jalur pantura didominasi oleh truk dan kendaraan berat lainnya.

“Lha sejak Rabu dan Kamis kemarin ini, kepadatan arus mulai ditambah oleh kendaraan pribadi para pemudik,” katanya. Selainitu, musim hujan yang belakangan terus mengguyur Kota Pekalongan juga menambah panjang antrean kendaraan. Sebab, kendaraan yang melintas, melaju dengan kecepatan sedang dan rendah. “Dari pantauan kami, yang terlihat semrawut itu di KH Mansur sebab ada perlintasan rel kereta api, dan perempatan Grogolan.

Ada juga penyempitan jembatan, dan ditambah pekerja atau anak sekolah yang berangkat dan pulang kerja pada sore dan pagi hari,” katanya. Selain itu, di perempatan Ponolawen juga terjadi penambalan jalan sekitar pukul 16.30 WIB. Sehingga arus lalu lintas bertambah padat pada titik tersebut. “Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan melalui ATCS (Area Traffic Control System ).

Jadi yang terpantau padat, kami tambah durasi lampu hijau untuk kendaraan dari Jakarta ke Semarang. Jika hari biasa sekitar 120 detik, saat liburan panjang kami tambah antara 150- 200 detik,” katanya. Kapolresta Pekalongan AKBP Luthfie Sulistiawan mengaku sudah mengantisipasi kemacetan menjelang liburan panjang Tahun Baru Imlek . Pihaknya mengaku sudah menempatkan personilnya di sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan lalu lintas.

Dari pantauan KORAN SINDO, sejumlah titik di Kota Pekalongan kemarin petang sudah mulai terlihat padat merayap. Salah satunya sekitar lampu lalu lintas KH Mansur yang pada hari biasa ini selalu lengang. Kemarin pada titik tersebut mulai terlihat banyak kendaraan pribadi dari arah Jakarta menuju Semarang.

Di pantura yang masuk wilayah Brebes dan Tegal terpantau normal. Tidak ada kemacetan maupun peningkatan volume kendaraan. Sejak pagi hari hingga sekitar pukul 19.00 WIB arus lalu lintas tidak nampak menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan seperti hari-hari sebelumnya. Arus kendaraan relatif normal, baik kendaraan yang hendak menuju ke arah Semarang maupun sebaliknya.

Hal itu terlihat di sejumlah ruas jalan yang biasanya terjadi kemacetan saat volume kendaraan mengalami peningkatan. Seperti di exit tol Pejagan, dan pertigaan Pejagan, Kabupaten Brebes. Begitujuga di ruas jalan yang banyak terdapat pusat-pusat oleh-oleh khas maupun depan Pasar Induk Brebes. Diruas jalan pantura Kota Tegal, kendaraan yang melintas tetap didominasi oleh kendaraan berplat nomor lokal.

Di beberapa titik yang biasanya mengalami kemacetan seperti di Jalan Mayjen Sutoyo dan Jalan Gajahmada tidak terpantau adanya penumpukan kendaran. Kendaraan bisa melaju dengan kecepatan30-60kilometerperjam. Di sejumlah titik tersebut pemantauan arus lalu lintas oleh anggota Satuan Lalu Lintas juga tidak menunjukkan adanya perbedaan dengan hari-hari sebelumnya.

Anggota yang disiagakan lebih banyak memantau dari pos polisi. Salah seorang pengendara, Riyanto, 32, mengakutidakmengalami kemacetan ketika berangkat dari tempat tinggalnya di Kecamatan Bulakamba, Brebes menuju tempat kerjanya di Kota Tegal. Kondisi yang sama juga ia temui saat kembali pulang ke tempat tinggalnya. “Arus lalu lintas normal- normal saja seperti biasanya,” katanya kemarin.

Jarak Brebes menuju Kota Tegal sejauh sekitar 10 kilometer bisa ditempuh dengan waktu tak sampai setengah jam. Waktu tempuh tersebut merupakan waktu tempuh saat arus lalu lintas normal. “Paling macet ya kalaupasarusmudikdanbalik Lebaran,” kata Riyanto.

Farid firdaus/ prahayuda febrianto

Berita Lainnya...