Edisi 07-02-2016
Puncak Musim Hujan, Kota Tegal Siaga Banjir


TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman bencana banjir seiring curah hujan yang mulai tinggi. Pemkot menetapkan status siaga banjir hingga akhir Februari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal Imam Sofyan mengatakan, penetapan status siaga banjir dilakukan karena mulai meningkatnya intensitas hujan sejak memasuki Februari. Diperkirakan bulan ini merupakan puncak musim hujan di wilayah Pantura Barat. “Terkait penetapan status siaga banjir ini kami sudah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) penanggulangan bencana.

Mereka sudah siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir sewaktu-waktu,” kata Imam kemarin. Banjir merupakan bencana yang paling diwaspadai terjadi karena melihat kondisi geografis wilayah Kota Tegal yang berada di dataran rendah. Selain banjir, potensi terjadinya rob juga tinggi karena wilayah Kota Tegal berada di pesisir pantai utara Jawa.

“Tidak hanya itu, karena dilintasi oleh lima sungai, yaitu Ketiwon, Gung Lama, Sibelis, Kemiri, dan Kaligangsa, wilayah Kota Tegal secara otomatis menjadi wilayah berpotensi banjir,” katanya. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Tegal Nanang Bedjo menambahkan, terdapat 13 kelurahan di empat kecamatan yang rawan banjir berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD.

“Wilayah-wilayah yang rawan banjir itu berada di sekitar lima sungai yang melintasi Kota Tegal dan rawan meluap ketika turun hujan deras dalam waktu yang lama,” ujarnya. Menurut Nanang, selain menyiagakan tim reaksi cepat, BPBD juga sudah berkoordinasi dengan relawan SAR di wilayah- wilayah yang rawan banjir agar langkah evakuasi warga jika terjadi banjir bisa cepat dilakukan.

“Agar penanganan lebih cepat, kami terus berkoordinasi dengan relawan-relawan yang tersebar di wilayahwilayah rawan. Selain itu, kita juga membagi personel TRC di semua titik rawan banjir atau rob,” paparnya.

Farid firdaus

Berita Lainnya...