Edisi 07-02-2016
“Saya Melihat Lumpur Air Cepat Hancurkan Rumah”


Jumat (5/2) malam kemarin menjadi waktu yang tidak bakal dilupakan oleh Rahman, 45. Sebab pada malam itu guyuran hujan lebat yang membawa longsoran tanah perbukitan yang ada di depan tempat tinggalnya, menghantam rumahnya.

Musibah sekejap tersebut langsung memisahkan dirinya dengan empat anggota keluarganya, yaituSuprapti, 40, istri; dua anaknya Fitri, 16, dan Triyanto, 9; serta ibunya, Salimah, 60. Mereka tertimbun longsoran tanah. “Saya tidak tahu kondisi mereka semua saat ini,” ungkap Rahman saat ditemui di Puskesmas Loano kemarin.

Di atas perbukitan itu terdapat saluran irigasi yang jika musim kemarau tidak berfungsi. Diduga saluran irigasi tersebut tak mampu menampung air hujan. “Malam itu saya sempat keluar dan berada di depan rumah. Karena di luar terjadi luapan air setinggi lutut orang dewasa.

Saya berusaha menghalau air agar tidak masuk ke rumah,” ujarnya. Namun tebing setinggi 30 meter itu tak kuat menahan derasnya air. Sehingga lumpur itu terus merangsek ke daratan rendah dan menimbun tiga rumah di belakangnya. “Saya sempat terkena longsoran tanah setinggi pinggang.

Namun saya berhasil keluar dari longsoran tanah,” ucapnya. Tak lama kemudian, dia menyaksikan sendiri bagaimana lumpur dan air dengan cepat menghancurkan rumahnya. “Padahal waktu itu dua anak saya, isteri dan ibu saya berada di dalam rumah,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Kini Rahman terbaring lemas dan tak berdaya di salah satu bangsal Puskesmas Kecamatan Loano. Rahman tampak shock, sesekali dia meronta-ronta ingin turun dari tempat pembaringan hendak pulang ke rumahnya. Ikut memantau proses evakuasi Pj Bupati Purworejo Agus Utomo, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Tomy Arief, dan Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana.

HERY PRIYANTONO
Purworejo

Berita Lainnya...