Edisi 07-02-2016
Baru Tahu Kios Terbakar Jelang Subuh


CIMAHI - Sebanyak 40 kios dan 34 lapak di Pasar Cimindi Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi terbakar Jumat (5/2) jelang te - ngah malam. Tak ada korban jiwa, na mun kerugian ditaksir Rp2,4 miliar.

Api diketahui berasal dari Blok F dan dengan cepat merambat ke Blok G. Sejumlah kios seperti ke - lon tongan, kios plastik, kios sa - yuran, dan kios keringan dengan cepat terbakar. Sebanyak 16 ta - bung alat pemadam api ringan (APAR) tak bisa me ma damkan api. “APAR juga tidak sanggup memadamkan api, padahal sudah dicoba saat tahu ada keba - kar an,” ujar Kepala Koordinator Pa sar Cimindi Andri Gunawan kemarin.

Sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam diturunkan. Empat unit kendaraan pe - ma dam dari Kota Bandung, dua unit dari Kabupaten Bandung Ba rat, dan satu unit dari Ka bu - paten Bandung. Api berhasil dipadamkan hingga pendinginan sekitar pukul 01.00 WIB. Dari 276 kios dan 92 lapak yang ada di Pasar Cimindi, sedikitnya 40 kios dan 34 lapak hangus terbakar, belum termasuk MCK dan musala.

Menurut Andri, saat kejadian tak ada pedagang yang beraktivitas di sana sehingga api baru diketahui setelah besar. “Saat ke jadian tidak ada aktivitas dari para pedagang jadi api baru diketahui setelah api itu besar dan membakar kios lainnya,” ka ta Andri. Kemarin, Andri sudah mengumpulkan semua pedagang yang jadi korban keba kar - an di kantor Pasar Cimindi.

Da - lam pertemuan tersebut, para pe dagang telah menyepakati dan menerima bahwa keba - karan tersebut merupakan mu - sibah. Para pedagang pun siap untuk direlokasi sementara waktu ini. “Sementara ini mereka akan direlokasi ke lantai 2 dan di lahan parkir Pasar Cimindi,” ujarnya.

Menurut Andri, dia telah bertemu dengan perwakilan dari Pemkot Cimahi yang mengatakan pemda akan membangun kembali pasar itu tapi butuh waktu dan dana. “Pemkot akan segera membangun tapi prosedur untuk membangun kan butuh waktu disesuaikan dengan aturan penganggaran,” tuturnya.

Bambang, 34, pedagang bahan bakso, mengaku baru tahu kiosnya terbakar ketika hendak membuka kiosnya. “Saya tahu kios saya terbakar pas saya sampai di pasar jam setengah empat, pas mau beres-beres buka kios,” katanya. Akibat peristiwa itu, dia mengaku rugi Rp40 juta.

Dia berharap Pemkot Cimahi segera membangun kembali bangunan yang telah terbakar. “Kami butuh pemasukan untuk meng - hi dupi keluarga kami,”tandasnya. K epala UPTD Damkar Cimahi Herry Setiawan menuturkan, api diduga berasal daruihubungan arus pendek listik di Blok F. Dia bersyukur api tidak merembet lebih luas.

Nur azis

Berita Lainnya...