Edisi 07-02-2016
Kadishub Baru Harus Kejar Ketertinggalan


BANDUNG- Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung Ren diana Awangga meminta Didi Rus wan - di yang baru dilantik se ba gai Ke - pala Dinas Per hu bungan se ge ra me ngejar keter ting galan program transportasi massal.

“Beban terberat Dishub ke depan tentu masih dalam persoalan mengalihkan kebiasaan pe ngen dara pribadi ke trans - por tasi massal. Untuk itu Ka dis - hub baru harus mampu me - ngejar berbagai ketertingga lan saat ini,” ujar lelaki yang akrab disapa Awang ini kepada KORAN SINDOkemarin. Awang tak menyangka ka dis - hub yang dipilih saat ini tak ber - asal dari internal dinas per hu - bungan.

Sehingga adapta si dalam lingkungan kerja yang baru menjadi sebuah keharusan dan harus dilakuka dengan cepat. “Kadishub sekarang kan se - be lumnya dari Dinas Bina Mar ga dan Pengairan. Dia harus bisa mem be res kan ragam ma sa lah transpor tasi massal, kemace t an dan penertiban di lapangan,” tambahnya.

Untuk menghindari gejolak so sial, Awang meminta Didi untuk meningkatkan komunikasi para pemangku kebijakan di lapa - ngan, seperti Organda. “Saya kira persoalan kemarin men jadi pertimbang Kadishub saat ini, misal ketika peluncuran TMB, ribut dulu di lapangan, ketika re-routing ada ribut di lapangan. Sekarang yang bersangkutan sudah harus menjalin ko mu ni kasi de ngan pihak- pihak ter kait,” ungkapnya.

Menurut Awang, mutasi dan pemecatan pejabat tersebut merupakan hal lumrah di era Wali Kota Ridwan Kamil. Pasalnya sejak lama Ridwan Ka mil telah membuat pakta integritas dengan setiap kepala dinas. Apabila pakta integritas tersebut tak bisa dipenuhi, mutasi atau pemecatan jadi konsekuensi jabatan.

“Saya kira mutasi hal yang wajar untuk penyegaran. Se - mentara untuk pemecatan tentu berdasarkan kesepakatan pakta integritas yang telah disepakati sebelumnya,” tambah Awang. Disinggung, soal penyelesaian proyek Light Rapid Transportation(LRT) di bawah Didi Ruswandi, Awang menilai hal itu tergantung kinerja yang bersangkutan.

Menurutnya, proyek tersebut bisa berjalan baik, asalkan dinas bisa me me nuhi semua target yang di be ban kan. “Bila diminta penilaian sanggup atau tidak sanggup Kadishub yang baru menuntaskan LRT, kami tak bisa memberi tanggapan. Namun siapapun jadi Kadishubnya, kami siap jadi mitra dan bekerja sesuai tupoksi masing-masing,” terang Awang.

Pakar hukum tata negara Universitas Parahyangan yang juga anggota tim seleksi kadishub Kota Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan, pemilihan jabatan Kadishub baru sudah sesuai dengan pertimbangan aspek kompetensi, komitmen, dan rekam jejak calon. Dia memastikan pemilihan Didi Ruswandi sebagai kadishub bukanlah asal pilih.

Sebagaimana diatur Pasal 2 UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Asep mengatakan pemilihan itu sudah disesuaikan dengan kompetensi calon yang ber - sang kutan. “Kan ada UU-nya, semua calon tentu diuji dulu, jadi saat ada jabatan kosong, setiap calon di-reviewdulu dari kapabilitas, networking , dan sebagainya,” ungkap Asep.

Dia menegaskan proses seleksi itu dilakukan tanpa ada titipan dari pihak manapun. Bahkan, meski proses seleksi itu tak menjamin 100 persen harapan yang diinginkan, namun hasil proses seleksi itu sudah dinilai sebagai upaya maksimal. “Kami pastikan tidak ada titipan dari manapun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asep me nga - ta kan saat ini publik tinggal menilai yang bersangkutan untuk bekerja me menuhi tar - get yang ditentukan. Pasalnya, ca lon yang ber - sangkutan di be ban kan be ban target yang ha r us dituntaskan se perti ke ma cet an lalu lintas, selter bus yang mangkrak, mar ka ja lan yang rusak dan ter sebar bu kan pada tem pat - nya, serta pro yek LRT yang segera me masuki proses le - lang.

“Kalau tidak ada pe ru - bahan, yaharus dievaluasi. Ka - mi juga berharap agar ma sy a - ra kat ikut mengawal, sehingga mereka bisa memberi ma suk - an untuk perbaikan ke depan,” ung kapnya.

Heru mutahari

Berita Lainnya...