Edisi 07-02-2016
Kesalahan Tak Selalu Berujung Petaka


Hanya dengan tusuk sate dan tinta warna, karya unik bisa tercipta dari botol kaca. Bermacam motif lukisan batik berwarna menarik menghiasi botol-botol yang terbuat dari gelas. Bahkan, botol-botol tersebut bisa diubah jadi benda seni bernilai tinggi.

Tak mudah memang membuat berbagai macam desain menarik seperti itu, dibutuhkan keterampilan khusus untuk membuat sebuah motif yang unik, dibutuhkan kesabaran untuk melukis lekukan detail hingga menciptakan motif penuh warna. Dibutuhkan juga sensitivitas tinggi dari pancaindra kita untuk membuat sebuah ide yang kemudian dicurahkan dalam sebuah lukisan di atas kaca.

Tapi di tangan Ratna Miranti, semua itu bisa terjadi. Bahkan, kini wanita lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini, sukses menumbuhkembangkan sebuah usaha glass paintingyang digelutinya tersebut dengan sebuah nama Meerakatja Glass Art yang kini kian gemilang. Mira mengisahkan, siapa sangka bila semua kesuksesannya itu diraih dari sebuah kesalahan.

Namun tak semua kesalahan berujung malapetaka. Sengsara membawa nikmat, pepatah itu pas untuk menggambarkan perjalanan hidup dan profesinya sebagai seniman. Dasarnya orang kreatif, kesalahan itu malah menggelitik ide kreatifnya. Mira malah bereksperimen dengan kesalahan yang dia buat dan terus mengeksplorasi lewat berbagai percobaan hingga akhirnya membuka celah peluang usaha yang membuatnya menjadi seorang glass paintersukses hingga kini.

Setelah vakum dari pekerjaanya karena menikah dan dianugerahi anak, Mira yang memiliki dasar sebagai perajin batik, berkeinginan kembali mengasah ilmu yang dimilikinya dengan berkarya membuat lukisan batik pada sebuah syal yang dibuatnya. “Tapi ternyata saya malah salah beli bahan baku, bahan yang saya beli itu cat khusus untuk kaca,” tutur Mira saat ditemui di kediamannya yang juga disulapnya jadiworkshopdi Jalan Sangkuriang, Komplek ITB K3.

Dibuang sayang, Mira iseng dengan cat kaca itu. Dia pun kemudian mencari botol bekas, lalu dicuci dan dibersihkan. Ide kreatif dan tangan terampilnya jadi kombinasi yang pas saat menggoreskan tinta tersebut hingga akhirnya terbentuk sebuah lukisan di atas botol kaca itu. Tak disangka hasilnya cukup menarik. Lantas Mira pun ketagihan untuk terus mengembangkan karyanya tersebut dengan tinta warna yang didapatkannya secara importdari Jerman dan Belanda.

“Lalu saya lukis di atas botol bekas itu, gambar gajah itu motif awal saya. Ibu saya kemudian berkomentar. Kenapa gak di-seriusin? Saya pun akhirnya uploadhasil karya saya di Facebook. Saat itu pada 2009 dan kebetulan memang sedang Lebaran juga dan mendekati Natal dan Tahun Baru. Saya juga tak menyangka ternyata banyak teman-teman saya yang komen dan memesan,” katanya.

Berawal dari situ, lanjutnya, Mira berpikir untuk mengembangkan bakatnya dan mulai serius beranjak ke dunia bisnis dengan langkah awal memajang hasilnya di media sosial seperti Facebook. Selain itu dia juga terlibat dalam pameran inacrafthingga belajar serius menekuni ilmu glass paintingdengan mengikuti kursus selama sekitar satu bulan. “Sebulan kurang saya ikut kursus (painting glass), saya juga lihat-lihat tutorialdi YouTube. Di situ saya bisa menambah ilmu lagi.

Kemudian saya mengikuti inacraftdan ikut pameran. Karena biayanya besar saya cuma ikut pameran dua kali. Saat itu memang saya belum ada profit, tapi ada sisi positifnya, beberapa orang dari perindustrian tertarik dengan karya saya,” jelasnya. Bahkan, sebuah perusahan minuman bersoda kepincut dengan karyanya dan memesan ribuan botol dengan motif batik buatan Mira.

Hingga kini, Mira menjadi vendor perusahaan minuman bersoda tersebut. Dari situ Mira bersama brandMeerakatja semakin gencar mempromosikan karyanya melalui dunia maya, dengan membuat sebuah websitekhusus. Hingga kini karyanya banyak diminati tak hanya dikenal di wilayah Indonesia saja, juga di Asia. “Banyak yang pesan, karya saya juga sempat dipesan dan dikirm ke Malaysia, Hong Kong, dan Makau.

Di Eropa sebenarnya sudah ada cuma masih tahap negosiasi, karena pengiriman ke sana itu mahal,” katanya. Hingga kini, karya lukis kaca yang membalut botol, toples, dan mediumkaca lainnya ini dihargai mulai dari Rp35.000 hingga Rp3 juta tergantung dari ukuran dan kerumitan dalam proses menggambar. “Dalam 3 bulan omzet bisa mencapai Rp30-50 juta,” kata Mira yang kini sudah memiliki tiga karyawan tetap.

Agie permadi

Berita Lainnya...