Edisi 07-02-2016
Lima Desa Tak Mampu Serap Anggaran


SUBANG – Lima desa di Kabu pa ten Subang, hingga kini belum juga mampu menyerap Dana Desa (DD) tahap III Tahun Anggaran 2015 yang diakibatkan terlambatnya pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPj).

Kelima desa tersebut, yakni, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Desa Sukahurip, Ke ca mat an Cijambe, Desa Jalupang, Ke ca - matan Kalijati, Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, dan Desa Cijambe Kecamatan Ci jambe. “Kinerja lima desa ini agak disesalkan. Sampai sekarang, mereka belum juga menyerap DD 2015 tahap III. Setelah kami cek, penyebabnya karena pe nyu - sun an LPj-nya telat dan hingga kini belum beres LPj-nya,” kata Ka subbag Pemerintahan Desa, Da dan Dwiyana.

Dirinya meminta kepada lima desa itu, agar segera melengkapi laporan pertanggungjawaban yang diminta. Untuk itu pihaknya memberi tenggat waktu maksimal hingga Maret mendatang, untuk mengajukan pencairan DD tahap III. “Pokoknya harus dicairkan mak simal Maret nanti. Kalau tidak, dikhawatirkan jadi persoalan, mengingat DD 2016 akan segera direalisasikan,” imbuh Dadan.

Sementara itu Desa Tan jung - tiga Kecamatan Blanakan, Su - bang, mendapat kucuran ang - garan sebesar Rp600 juta untuk per baikan ruas jalan sepanjang satu kilometer lebih yang kondisinya hancur. “Tahun ini, kami sudah siapkan Rp600 juta untuk penin g - kat an jalan di Desa Tanjungtiga. Per baik an akan menggunakan sistem betonisasi (rijit,red) supaya lebih awet,” tutur Bupati Subang, Ojang Sohandi usai me - lan tik Kades Tanjungtiga.

Menurutnya ruas jalan rusak yang statusnya milik kabupaten, masih sangat banyak, sekitar 300 kilometer dari total 1.045 kilometer panjang jalan kabupaten. Oleh karena itu butuh waktu paling telat hingga 2018 menda - tang, untuk menuntaskan perbaikan seluruh ruas jalan rusak kabupaten ini.

Selain dibantu dengan Dana Desa (DD) yang di antara alokasinya untuk pembangunan infrastruktur, pihaknya juga terus menambah jumlah ang - garan infrastruktur tiap tahunnya. “Tahun ini, kami tambah lagi dana infrastruktur menjadi Rp300 miliar, sebagian besarnya untuk perbaikan jalan. Se le bih - nya untuk jembatan dan fasilitas publik lainnya,” ujarnya.

Usep husaeni

Berita Lainnya...