Edisi 07-02-2016
Lima Napi Banceuy Pakai Sabu-sabu


BANDUNG- Direktorat Re ser se Narkoba Polda Jabar me ngendus peredaran bebas sabu-sabu di Lem baga Pemasya ra katan (La pas) Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta.

Pasalnya dari ge laran razia Anti Narkotik (An tik) 2016 yang dila - kukan Polda Ja bar ditemukan lima napi de ngan kondisi positif me ngon sum si sabu-sabu. Razia tersebut dilakukan se - jak pukul 15.00 WIB hingga pu - kul 19.30 WIB kemarin. Pada ra - zia itu sekitar 200-an lebih napi da ri blok lapas A, B dan F men - jalani tes urin yang dilakukan oleh petugas.

“Kami temukan orang yang po sitif mengonsumsi metamin dan sabu-sabu,” ujar Dir Res - nar koba Polda Jabar Kombes Pol Aman Gane melalui sam - bungan teleponnya. Meski belum menemukan ba rang buki narkoba dalam razia itu, pihaknya mengaku akan terus mendalami kasus pe - re deran narkoba di lingkungan lapas. “Kami masih men da la - minya, indikasinya lima orang positif dan sudah barang ten tu dia menggunakan.

Kami nanti me minta izin Kalapas untuk memeriksa ke lima napi yang positif di Polda,” katanya. Razia tersebut melibatkan 120 petugas dari Polda Jabar dan Kanwil Kemenkumham Jabar. Dalam kegiatan itu pet u - gas juga mendapatkan barang si taan yang terlarang berada di ling kungan lapas.

“Kami juga menemukan handphone dan beberapa ba - rang lainnya yang secara aturan ti dak diperbolehkan berada di la pas,” tambahnya. Kalapas Banceuy, Agus Iri - yanto membenarkan temuan ada nya napi pengguna zat ter - larang di lapas. Gelaran razia itu menurutnya merupakan rang - kain operasi antik yang dila ku - kan Polda Jabar. Peng ge le da - han dan tes urin pun dila ku kan terhadap napi di lakukan di empat blok prioritas.

“Sebelum di Banceuy, Polda ju ga melakukan kegiatan se ru - pa di Karawang pada malam kemarin. Khusus untuk di sini da ri sekitar 200-an napi di se - jumlah blok sel utama yang dites urint ada lima napi yang positif,” tam bahnya. Meski begitu dalam peng ge - ledahan tersebut, pihak La pas Banceuy belum me ne mu kan barang bukti di lingkungan sel.

Guna mengantisipasi kasus se - rupa terjadi di kemudian hari, Agus mengaku akan melakukan peng geledahan rutin dan razia de - ngan melibatkan pihak-pi hak terkait. Karena diakuinya jika untuk mengawasi napi se ba nyak 802 orang, jumlah per sonel yang bertugas mengawasi hanya berjumlah tujuh orang.

“Kalau dari lapas sendiri gak mungkin karena personel kami sangat kurang, untuk itu perlu keterlibatan pihak lain,” pung kas nya. Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kementerian Hu kum dan Ham (Keme n kum - ham) Kantor Wilayah Jawa Ba - rat Agus Toyib menyatakan, K e - pala Lembaga Pemasyarakatan (La pas) Karawang terancam di - pecat jika terbukti ada ke - terlibatannya dalam kasus te - muan narkoba di lapas tersebut.

“Pemecatan berlaku bila memang Kepala Lapas terbukti dengan sengaja ‘bermain’,” kata Agus kemarin. Beberapa jenis narkoba ditemukan petugas gabungan polisi dan BNN setempat saat melakukan operasi Antik 2016 di Lapas Karawang, Jumat (5/2) malam. Menurut Agus temuan narkoba di dalam lapas itu menjadi peringatan agar jajaran Lapas Karawang lebih mem per - ke tat pe ngamanannya.

“Nar ko - ba masuk lapas, maka di situ ha - rus ada evaluasi bagian mana ti - tik lemahnya,” katanya. Ia menambahkan sanksi ba - gi kepala lapas dan jajarannya yaitu hukuman bahkan pe me - catan akan diberlakukan jika ada yang terbukti bersalah. Na - mun sebelum pemecatan, kata dia, pihaknya perlu melakukan pen dalaman lebih lanjut untuk mengetahui kesalahannya.

Sebelumnya petugas ga bu - ngan dari Polda Jabar di bantu ja jaran Reskrim, Reserse Nar - koba, Intelkam, Sabhara dan p e - tugas dari BNN Karawang, me - lakukan razia antik di Lapas Ka - rawang. Pada operasi itu petugas berhasil menemukan ba rang bukti narkoba yakni enam paket kecil sabu-sabu, dua bu tir ekstasi, 10 papan pil de x - tro dan satu paket ganja. Ter - masuk barang bukti lainnya yang diamankan yakni be - berapa bong, alat konsumsi sa - bu-sabu, kemudian 35 unit te - lepon seluler dan 45 kartu sim.

Heru muthahari / ant

Berita Lainnya...