Edisi 07-02-2016
Perahu Nelayan Terseret Arus Sungai


INDRAMAYU - Sejumlah perahu tradisional tenggelam akibat terseret ombak di sekitar bendungan karet Desa Lamarantarung, Keca matan Cantigi, Kabupaten Indra mayu, kemarin.

Dalam insiden itu satu penum - pang hilang sementara tiga penumpang lainnya dapat dise - lamat kan. Korban hilang diketahui bernama Waryudi, 45, warga blok Simpong, Desa La mar an Tarung, Kecamatan Can tigi, Kabupaten Indramayu. Hing ga kini Polsek Cantigi dan tim SAR masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini terjadi saat sejumlah petani tambak me num - pang sebuah perahu nelayan milik Wasja, 50, warga setempat. Pe num pang perahu tersebut hen dak menanam 7.000 benih bandeng di lokasi tambak blok Wa le dan Desa Lamarantarung. Namun, saat di tengah perjalanan, mesin diesel perahu mati. Saat hendak dihidupkan, mesin tidak dapat bekerja sementara itu aliran air cukup deras.

Akibatnya perahu terbawa arus dan hanyut. Bahkan perahu milik Wasja pun terbalik, tiga penumpang berhasil menyelamatkan diri sementara itu satu penumpang lainnya terseret terbawa arus. Korban selamat diketahui bernama Dirto, 29, Kuneri, 22, Miskad, 6, yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju muara bendungan karet.

Korban yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga dan berhasil dibawa oleh warga ke rumah masing-masing. “Korban mengalami dehidrasi karena harus berenang me la wan arus deras sungai,” kata Makir,52 warga setempat. Mereka kemudian menyebutkan jika ada seorang temannya yang hanyut dan kondisinya tidak diketahui.

Berangkat dari laporan tersebut warga bersama petugas kemudian berusaha men cari korban, namun proses pen carian mengalami kendala akibat medan yang cukup sulit. Sementara itu Kapolsek Can - tigi, Iptu Sukarma menyebutkan saat ini polisi bersama ma sya - rakat setempat masih terus mencari satu korban yang hilang dengan menggunakan alat seadanya.

Se lain itu mereka juga sudah ber - koordinasi dan meminta bantuan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan SAR Kabupaten Indramayu. “Kami terus menyisir sejumlah lokasi untuk mencari korban yang hanyut, karena diprediksi korban tersapu gelombang yang saat kejadian sedang tinggi,” te - rang Sukarma.

Sebelumnya insiden perahu ter balik di blok waledan Desa la - maran Tarung, Kecamatan Can - tigi, Kabupaten Indramayu, pernah terjadi pada tahun 2010. Saat itu,empat orang dinyatakan hi - lang setelah perahu tambangan atau perahu penyeberang, ter - balik di tengah Sungai Ci ma nuk atau tepatnya di Blok Carik, Desa Lamarantarung, Ke ca mat an Cantigi Kabupaten In dra mayu.

Selain empat orang yang hilang, dua buah sepeda motor milik korban juga ikut hanyut terbawa arus sungai tersebut. Kecelakaan itu bermula dari ke - ingi nan tujuh orang penumpang untuk menyeberangi sungai Ci - manuk untuk pulang ke rumahnya dari keperluan keluarga.

Rupanya mereka setuju untuk meng gunakan jasa perahu pe - nye berangan atau perahu tambangan milik Marna dengan ala - san agar cepat sampai di rum - ah,meski saat itu arus sungai Ci - manuk sedang deras. Namun saat berada di tengah sungai, kawat penarik perahu tiba- tiba putus.

Kawat yang putus ter sebut diduga akibat ba nyak nya muatan sehingga perahu tidak seimbang. Akibatnya saat itu juga perahu langsung terbalik karena kehilangan keseimba ngan. Se ke ti ka itu, semua penumpang yang berada di atasnya ikut terjebur ke kali Cimanuk.

Tomi indra

Berita Lainnya...