Edisi 07-02-2016
Stok Darah di PMI Cianjur Menipis, Pasien DBD Terancam


CIANJUR – Permintaan darah yang cukup tinggi akhir-akhir ini membuat stok darah di PMI Kabupaten Cianjur menipis. Bahkan untuk saat ini golongan darah jenis O stok darah yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan dua sampai tiga hari.

Kepala Bagian Pelayanan PMI Kabupaten Cianjur An - nissa Pujianti mengatakan, peningkatan permintaan darah sudah terjadi sejak pekan keempat Desember. Permintaan ma - kin meningkat pada Januari seiring munculnya kasus demam berdarah di Cianjur. Stok darah yang tersedia di PMI Cianjur dipasok untuk tiga rumah sakit, tujuh klinik.

“Biasanya sehari permin - taan 30 labu, sekarang 42 labu untuk sel darah merah pekat. Itu ke rumah sakit sama klinik dokter. Belum yang datang langsung,” katanya. Stok darah yang tersedia di PMI Cianjur saat ini yakni darah golongan A sebanyak 13 labu, golongan B sebanyak 85 labu, golongan O sebanyak 122 labu dan golongan AB sebanyak 34 labu.

“Paling banyak permintaan golongan O, jumlah yang ada tidak akan sampai seminggu jika permintaan terus banyak maka dalam hitungan hari sudah habis,” ujarnya. Stok darah yang menipis dibarengi kegiatan donor darah yang sepi. Menurut dia, setiap Januari kegiatan donor sepi karena banyak instansi yang tengah sibuk di awal tahun. Selain itu, kondisi ini pun terjadi di sejumlah PMI di daerah lain.

Sehingga, menyulitkan pihaknya meminta bantuan darah dari daerah lain. Annissa menyatakan, stok darah menipis baru terjadi tahun ini sebab tahun-tahun sebelumnya stok darah selalu tersedia. Dirinya kini khawatir karena stok darah kurang dari 100 labu.

Menurutya kebutuhan da - rah di Cianjur per bulan itu mencapai 1.200 labu tapi biasanya pihaknya menyediakan sampai 1.500 labu karena dikhawatirkan ada kejadian apa yang membutuhkan banyak darah. “Tapi untuk saat ini stok justru berkurang. Untuk itu sekarang lagi digalakan lagi donor untuk mengejar kebutuhan dan stok yang menipis,” pungkasnya.

Ricky susan

Berita Lainnya...