Edisi 07-02-2016
Tempat Sampah Diganti Kantung Kertas


BANDUNG-Setelah resmi dibuka Sabtu (30/1), Teras Cikapundung kini menjadi salah satu alternatif ruang terbuka hijau milik warga Kota Bandung untuk melepaskan penat.

Tempat ini dirancang dengan konsep edukasi dan mengajarkan masyarakat luas untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sungai dengan menjaga kebersihannya. Tapi masih terdapat beberapa kekurangan. Pantauan KORAN SINDO, hanya ada dua tempat sampah di seberang sungai dan satu tempat sampah di atas. Dua tempat sampah di bawah ditaruh di rumput tak boleh diinjak.

Tempat parkir pun menjadi masalah sendiri. Di area teras memang ada tempat parkir tapi khusus motor dan itu kapasitasnya kurang. Banyak pengunjung yang parkir di pinggir jalan depan area Sabuga. Sementara pengendara mobil terpaksa parkir di area Babakan Siliwangi. Paling utama, koneksi wifi yang menjadi ciri tempat publik di Kota Bandung pun tak ada.

Kontur lembah sungai Teras Cikapundung membuat koneksi internet lewat kartu provider menjadi lemah bahkan tak ada. Ini seperti yang dikeluhkan Joni Suryadi, 34. “Sebagai wahana edukasi idealnya wifimenjadi salah satu fasilitas yang wajib dipasang dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar untuk belajar di sini,” ujarnya.

Dia menambahkan, masih banyaknya sampah yang tersebar di area sungai membuat keindahan Teras Ci ka pun dung sedikit tercemar. “Dari segi fasilitas lumayan, toilet ada mu sala ada, cuma banyak sampah di sungai yang perlu di be nahi. Juga masih banyak lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk spot hikingmisalnya,” uja rn ya.

Menurut pengelola Teras Ci - ka pun dung Nusep Supriadi, pihaknya sengaja tidak menyediakan banyak tempat sampah se - mata untuk membangun rasa tanggung jawab dari pengun - jung tentang penting nya menjaga kebersihan dan lingkungan. “Kami di sini tidak menyediakan tong sampah, kami akan mendidik pengunjung yang datang ke sini dengan memberikan paper bag (kantung kertas).

Jadi setiap orang akan membuang sampahnya ke situ, bahkan kalo bisa sampah yang tersebar di sini dipungutin juga karena tujuannya adalah untuk pendidikan,” jelas Nusep. Kantung kertas itu, kata Nusep, akan mulai dibagikan ke - pada pengunjung Minggu (7/2) atau hari ini.

“Ke depannya kami juga kansediakan satu tong sampah berukuran besar di atas untuk pengunjung mem buah sampahnya, sementara di area kita tidak akan me nye diakan malah yang sudah ada nanti akan dipindahkan,” ka ta nya. Untuk mengantisipasi kurangnya lahan parkir, pengelola segera kerja sama dengan Sabuga dan Taman Hutan Raya Babakan Siliwangi untuk meminta lahan parkir khusunya mobil yang tidak mendapat akses parkir di Teras Cikapundung.

“Parkir mobil sengaja di Sabuga karena lahan di sini memang sempit,” sebut Nusep. Bahkan, lanjut dia, nanti bakal ada skywalk atau jembatan layang yang meng hu bung - kan Sabuga dengan Teras Ci ka - pun dung. “Sehingga dari parkiran tinggal turun ke bantaran sungai. Nan ti akan disediakan perahu yang membawa pengunjung untuk ke Teras Ci ka - pun dung,” ucapnya.

Sepekan dibuka, antusiasme masyarakat ke Teras Ci ka - p undung sangat tinggi. Ratarata pengunjung per hari mencapai 1.000 orang. “Bahkan Sab - tu dan Minggu pengunjung bisa nyampe 2.500 lebih,” kata Nusep. Sebagai taman yang mengusung tema pendidikan, pengunjung yang datang ke tempat ini rata-rata didominasi dari kalangan pelajar baik TK, SD, SMP, SMA,hingga perguruan tinggi.

M-1

Berita Lainnya...