Edisi 07-02-2016
Berkonsep Terbuka dan Buka 24 Jam


Terbuka dan tidak ada yang dirahasiakan menjadi ciri utama rumah Bupati Sleman terpilih 2016–2021, Sri Purnomo. Konsep terbuka tidak terlepas dari kepribadiannya yang selalu tampil apa adanya.

Hal itulah yang menjadikan hubungannya dengan warga Sleman tidak ada sekat. Terutama, bagi yang ingin menyampaikan aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi lingkungannya. Untuk kepentingan tersebut, pintu rumah Sri Purnomo terbuka 24 jam.

Apalagi, salah satu fungsi rumah Sri Purnomo ialah ruang menampung aspirasi masyarakat, walaupun fungsi utama sebagai tempat berkumpul keluarga. Rumah bergaya Spanyol ini terletak di Dusun Jaban, Tridadi, Sleman. Dibangun tahun 2000, rumah itu terdiri dari tiga lantai dan masing-masing lantainya memiliki peruntukan yang berbeda. Namun, semuanya tetap menganut konsep terbuka.

Di rumah ini, Sri Purnomo tinggal bersama istri dan dua dari tiga anaknya. Sebab, anak pertama masih menempuh studi di London, Inggris. Lantai 1 dirancang terbuka full tanpa sekat permanen. Tempat ini memang didesain sebagai rumah aspirasi. Hanya karena kepentingan warga tidak sama, maka semuanya dibuat tiga tempat. Untuk tamu dengan jumlah 30–40 orang ditempatkan di ruang tengah.

Sementara dengan jumlah lebih kecil disediakan ruang di sampingnya dan ruang depan. Selain itu, di lantai 1 digunakan untuk kesekretariatan. “Dengan pembagian ini, semua dapat terlayani dan masyarakat nyaman. Apalagi masyarakat bebas berdiskusi di tempat ini,” kata Sri Purnomo.

Terbukti, sejak dia kembali ke rumah tersebut dari rumah dinasnya pada 10 Agustus 2015 hingga sekarang, lantai 1 yang sebelumnya sebagai workshop dan administrasi produk mebel kayu jati itu selalu ramai dikunjungi warga, baik untuk konsultasi, mengantar undangan, maupun permohonan bantuan, termasuk masalah yang dihadapi mereka. “Semuanya tertampung di rumah aspirasi ini,” ucapnya.

Di lantai 1, selain meja kursi dari jati, tidak ada perabotan yang istimewa. Hanya di dinding terpasang sejumlah lukisan keluarga besar Sri Purnomo. Sedangkan, di ruang barat tersekat untuk kepentingan kesekretariatan. Hal yang sama juga terlihat di lantai 2. Tempat ini meski menjadi ruang khusus bagi Sri Purnomo, tetap membuka ruangannya. Selain kamar tidur, juga ada ruang santai keluarga, ruang tamu, ruang kerja, dan perpustakaan mini.

Untuk ruang tamu, di sini dirancang guna menerima tamutamu penting dan membicarakan hal serius. Bahan kayu jati tetap mendominasi furnitur di lantai 2. Di kamar tidur Sri Purnomo juga terpasang monitor CCTV, sehingga siapa saja yang datang dan pergi di rumah itu terekam dan diketahui.

“Dapur dan carport juga ada di lantai 2,” ungkapnya. Ruang keluarga, ruang tamu, ruang kerja, serta perpustakaan mini penataannya juga terintegrasi. Ruang keluarga ada di depan tangga lantai 1, ruang tamu berada di ruang tengah setelah ruang keluarga. Sedangkan, ruang kerja serta perpustakaan ada di sebelah timur ruang tamu, sekaligus dekat dengan jendela.

Tujuannya agar sejuknya embusan angin dan udara dapat dirasakan di tempat itu. “Di dekat carport juga ada taman kecil,” imbuhnya. Beranjak ke lantai 3, terdapat tempat yang diperuntukkan bagi anak-anaknya. Lantai juga tidak lepas dari konsep terbuka. Selain tiga kamar tidur, ada juga ruang santai dan tempat belajar bagi mereka.

Ruang santai ada di depan ujung tangga ke lantai 3 dan ruang belajar di sisi timur. Ruang belajar ini berhubungan langsung dengan luar ruangan, bahkan ditata terbuka. Dengan begitu, angin dan udara bebas keluar masuk ruangan. Sama seperti di lantai 1 dan 2, di lantai 3 juga tidak ada perabotan yang mencolok, selain meja kursi dan lemari yang semuanya berbahan baku kayu jati.

“Itulah fungsi rumah saya, semuanya serbaterbuka,” akunya. Untuk menambah kesan sejuk, Sri Purnomo memanfaatkan lahan yang ada untuk minigarden. Minigarden lantai 1 ada di ujung timur dan depan rumah, lantai 2 dan 3 di sisi barat, dan dekat teras depan. Di teras lantai 3 juga dimanfaatkan Sri Purnomo untuk memelihara burung, di antaranya kepodang.

Menurut dia, meski nanti pindah ke rumah dinas, dia tetap mempersilakan warga menggunakan rumahnya untuk kegiatan diskusi dan lainnya. Salah satunya menyampaikan aspirasi. “Yang jelas setelah nanti resmi dilantik, seluruh keluarga akan saya boyong ke rumah dinas. Tetapi, rumah itu (rumah pribadi) tetap akan ada yang mengurusi,” pungkas pria ramah ini.

Priyo setyawan

Berita Lainnya...