Edisi 07-02-2016
Pemkot Nyerah Kelola Danais


YOGYAKARTA–Pemkot Yog - ya karta mengusulkan agar pelaksanaan kegiatan dengan dana keistimewaan lebih ba - nyak dilakukan Pemda DIY.

Se - bab, status Pemkot Yog ya kar ta sebagai kuasa pengguna ang - garan membuat program ti dak berjalan efektif. Karena itu, "Usulan ini kami sampai - kan merujuk pada pelaksa na - an tahun lalu. Tujuannya agar le bih efektif dan cakupannya bi sa lebih luas," kata Kepala Ba - dan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yog yakarta, Edy Muhammad, Sabtu (6/2).

Selama ini pemkot hanya bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran. Sedangkan Pem da DIY bertindak sebagai peng guna anggaran karena ang garan dana keistimewaan ma suk dalam APBD DIY. Se la in itu, penanganan kegiatan yang dibiayai danais sangat ber - hubungan dengan kewena ngan Pemda DIY yang lebih luas. Terutama dalam penanganan kawasan cagar budaya (KCB).

Di Kota Yogyakarta ada lima kawasan cagar budaya yang seluruhnya ditetapkan me lalui peraturan Gubernur DIY. Lima kawasan cagar bu da - ya itu adalah Kotabaru, Ko ta - ge de, Pakualaman, Malioboro dan Kraton. Meskipun demikian, Edy mengaku ada beberapa ke gi at - an yang akan lebih efektif bila di ta ngani langsung pemkot.

Di antaranya pengembangan po tensi kebudayaan atau ke se - nian di wilayah. Dia menjelaskan, untuk t a - hun ini pemkot belum menerima secara resmi jumlah ang - gar an dana keistimewaan yang akan dikelola. "Jika usulan ter - s ebut disetujui, maka jumlahnya bisa saja berkurang.

Tetapi, program kegiatannya tidak akan berubah. Hanya berbeda pelaksananya saja," katanya. Sementara itu, serapan da na keistimewaan pada tahun lalu mencapai 68,52 persen un tuk kinerja fisik dan 54,31% untuk kinerja keuangan dari total anggaran sebesar Rp22,9 miliar.

Sodik

Berita Lainnya...