Edisi 07-02-2016
Dinkes Bentuk Jumantik


PANGKALAN BALAI– Bu pa ti Banyuasin Yan Anton Fer dian mengimbau ma sya ra katnya, agar aktif dalam mencegah ber - kem ban g bia k nya nyamuk aedes aegypti.

De ngan begitu, tidak akan terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah de ngue (DBD) atau serangan vi - rus zika di Kabupaten ter se but. “Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan seki tar - nya. Kubur barang bekas yang berpotensi untuk men jadi tam - pungan air, ataupun mem beri - kan bubuk abate di pen am - pungan air untuk men cegah kembang biaknya nyamuk ae - des aegypti.

Kare na nyamuk ini tidak dapat dihindari, akan tetapi lebih kepada pe n ce - gahannya yang dilakukan,” kata Yan kepada KORAN SINDO PA - LEMBANG, kemarin. Dari data Dinkes Banyu asin, jumlah kasus DBD hing ga 31 Januari 2016 mencapai 124 kasus. Angka ini belum disebut kejadian luar biasa (KLB), karena belum mele wati batas jumlah penderita.

Pada tahun lalu, tercatat se - banyak 321 kasus DBD di Banyuasin. Meskipun belum KLB, Yan menginstruksikan pihak Dinas Kesehatan dan juga aparatur kesehatan ataupun rumah sa - kit, agar mem be rikan perha tian lebih untuk DBD.Dia me minta agar foggingdan sosialisasi pola hidup sehat digencarkan. “Jangan karena belum KLB berarti tidak ada pencegahan.

Mencegah lebih baik dari pada nantinya akan kerepotan,” kata Yan mengingatkan. Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr Mgs Hakim me - ngatakan, untuk mengan tisi pasi sarang nyamuk berbahaya, telah dibentuk juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk di setiap kecamatan. Jumantik yang di rek - rut terdiri dari se luruh lapisan ma - syarakat ter masukpelajarSD. “Dari 32 puskesmas yang tersebar di banyuasin, kita ambil dua pelajar yang akan dilatih menjadi jumantik nya - muk,” terangnya.

M eko arif wibowo

Berita Lainnya...