Edisi 07-02-2016
Pemanfatan Asuransi Pertanian Belum Optimal


PALEMBANG- Program asuransi pertanian yang dicanangkan pemerintah belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DinasPertanian, TanamanPa ng - an, dan Holtikultura Sumsel Er - winNoorWibowo mengung kap - kan, hanya beberapa daerah di Sumsel seperti OKU Timur dan Musi Rawas yang melak sa na kan asuransi pertanian tersebut.

“Namun kami akan terus me - lakukan sosialisasi kepada ma - syarakat agar ikut serta da lam asuransi tersebut, ini juga akan memperbaiki sistem asu ran si tersebut dari waktu ke waktu,” ujar Erwin baru-baru ini. Dia menjelaskan, asuransi pertanian tersebut merupakan jaminan jika terjadinya gagal panen, karena itu tidak perlu ragu untuk mengikuti asuransi pertanian ini.

Terlebih lagi biaya premi yang dibayarakan cukup murah hanya Rp36.000/hek ta re (ha) untuksatumusim, yaknitiga bulan. Sedangkan jaminan yang diterima jika terjadi gagal panen, yakni sebesar Rp6 juta/ha. “Nah, soal banjir yang di - alami beberapa daerah se hing - ga mengakibatkan teren dam - nya lahan pertanian, kami be - lum mengetahui berapa banyak lahan pertanian yang teren - dam, mengingat sifat banjir yak ni pasang surut,” tukasnya.

Dia mengaku, saat air pa - sang maka lahan pertanian me - ngalami banjir. Namun me s ki - pun banjir, diakui Erwin belum tentu lahan tersebut men g - alami puso karena air akan surut kembali. “Kami tetap melakukan pe - ngamatan dan pendeteksian, karena berdasarkan periode pasang surut air yang pasang akan segera surut, dan kami akan mendata kembali la han pertanian yang mengalami puso,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia men je las - kan, pihaknya melakukan ke - giatan-kegiatan sebagai re co - very termasuk meminta bantuan pusat apabila terjadi ke ga - galan panen karena bencana alam. Erwin menambahkan, lewat kegiatan dan bantuan tersebut, dirinya berharap target pro duk - si di Sumsel akan tercapai.

“Un tuk tahun 2016 ini target pro duksi di Sumsel yakni sebanyak 4,5 juta ton me ning - kat dari ta hun sebelumnya yak - ni se ba nyak 4,2 juta ton,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumsel Ahmad Muchlis mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu program andalan daerah, petani di Sumsel mendapat harga yang pantas bagi mereka yang memproduksi hasil tana - mannya.

“Petani adalah sektor penting. Harga yang didapat pe - tani harus benar-benar sesuai dengan kerja kerasnya,” kata dia. Petani di Sumsel juga diha - rapkan tidak hanya meng hasilkan hasil pertanian atau per ke - bunan saja, pemerintah daerah harus bisa mendukungnya untuk menciptakan produk olahan. “Yang paling penting, terus menyosialisasikan ke pa - da masyarakat untuk diversifikasi jenis makanan. Tidak ha - nya fokus mengonsumsi beras saja,” pungkasnya.

Retno palupi

Berita Lainnya...