Edisi 07-02-2016
RS Siti Khadijah Ancam Lapor Balik


PALEMBANG– Sy, 27, oknum pegawai radiologi Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Palembang membantah telah mencabuli seorang pasiennya berinisial Mar, 32, sebagaimana yang dila - por kan ke Polresta Palembang, Jumat (5/2) malam lalu.

Pihak RS Siti Khadijah mengancam akan melaporkan balik Mar ke polisi jika tuduhan pencabulan itu tidak terbukti. Saat dikonfirmasi KORAN SINDO PALEMBANGkemarin, Sy mengakui memegang badan bagian belakang Mar, namun bukan dengan niat mencabuli. Hal itu dilakukan untuk mel u - rus kan posisi badan Mar, agar bisa terekam dengan baik pada alat rontgen.

“Setelah pasien menge na - kan baju yang disediakan RS, saya menyuruhnya untuk ber - diri di depan alat rontgen untuk melakukan perekaman. Tapi, karena posisinya kurang tepat, maka saya pun mencoba mem - po sisikannya dengan meme - gang badan bagian bela kang - nya. Sebelum memegang ba - dannya, saya juga mengucap - kan kata maaf,” ujar Sy. Karena tubuh Mar saat itu menempel di alat rontgen, se - hingga posisinya tetap tidak be - rubah ketika digeser.

Saya me - nyuruh pasien untuk mengg e - sernya tubuhnya. “Mungkin karena bajunya tertarik oleh saya, maka dia merasa dadanya se perti terpegang,” jelasnya. Saat itu, sambungnya, pa - sien tersebut masih tetap se - perti biasa dan tidak menun juk - kan kemarahan. “Setelah se le - sai rontgen, pasien itu juga biasa saja. Bahkan dia juga bilang mau mengambil hasil rontgennya hari itu juga,” katanya.

Humas RS Siti Khadijah Nala Rosmini, hal itu terjadi karena kesalahpahaman pelapor da - lam mengartikan tindakan yang dilakukan oleh pega wai nya, Sy, saat melakukan rontgen. “Pe ga - wai kami bekerja se suai dengan prosedur yang ada. Memang da - lam melakukan rontgen, pakai - an itu harus di lepas dan diganti dengan pa kai an khusus yang telah disiapkan RS.

Dia bekerja sesuai profe si nya,” ucap Ros. Jika memang Sy terbukti be - kerja tidak sesuai dengan pro - sedur, maka manajemen RS Siti Khadijah akan menindak tegas. Namun, jika Sy tidak terbukti melakukan pencabulan, tidak menutup kemungkinan pihak RS akan melaporkan balik Mar ke polisi.

“Semalam kita sudah memper temukan pegawai kami ini dengan pasien itu. Tapi pasien ini tetap ingin meny e lesai - kannya dengan jalur hu-kum. Itu hak pasien tersebut, tapi jika tidak terbukti kami bisa saja melaporkan balik,” paparnya.

Adi haryanto

Berita Lainnya...