Edisi 07-02-2016
Satukan Masyarakat Mura Jangan Terkotak-kotak


H Hendra Gunawan dan Hj Suwarti telah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura) terpilih periode 2016-2021 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan dilanjutkan rapat paripurna istimewa pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Senin (1/2) yang lalu.

Apa yang akan dilakukannya pria kelahiran Lubuklinggau, 29 Juli 1964 ini setelah menjadi bupati terpilih Kabupaten Mura lima tahun ke depan, berikut petikan wawancara reporter KORAN SINDO PALEMBANGHengky Chandra Agoes dengan H Hendra Gunawan di kediaman pribadinya Jalan Yos Sudarso No 21, RT 4 Lk 3, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Bagaimana Anda melihat ke depan Kabupaten Mura ini?

Saya bersama wakil bupati terpilih berterima kasih kepada masyarakat Musi Rawas, di mana yang terusmenerus mendoakan seluruh tahapan pilkada berlangsung dengan baik. Termasuk adanya penetapan pasangan terpilih, dalam rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), setelah melalui rangkaian panjang proses pilkada hingga ke Mahkamah Konstitusi.

Kemudian, setelah penetapan direspons oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura yang sebelumnya melakukan banmus, selanjutnya mengelar rapat paripurna istimewa penetapan pasangan bupati dan wakil terpilih Mura. Insya Allah, respons yang baik antara eksekutif dan legislatif terus berhubungan lebih baik lagi lima tahun ke depan.

Dengan hubungan baik dan kerja sama antara eksekutif dan legislatif lebih baik lagi, masyarakat Mura juga yang mendapatkan manfaatnya,” jelas Hendra Gunawan. Menurutnya, setelah paripurna istimewa DPRD Mura yakni legislatif langsung mengantarkan surat rekomendasi ke Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk memproses agenda pelantikan. Kita doakan bersama, semoga semuanya berjalan lancar tanpa hambatan apapun juga sampai proses pelantikan nantinya.

Apa langkah Bapak setelah dilantik nantinya?

Program pertama tentunya melakukan konsolidasi, namanya baru walaupun orang lama. Tetapi sebagai adat orang timur, kita kenalkan lagi kepada semuanya. Namun, tidak lama karena masyarakat telah menunggu karya bupati dan wakil bupati. Sehingga, kita berdua langsung tancap gas tidak ada penyesuaian yang begitu lama.

Semua program visi dan misi disinkronkan. Apalagi telah disusun bersama tim bappeda dalam waktu dekat ini. Sehingga, rencana pembangunan jangka menengah harus selesai dengan cepat. Inilah pedoman ke depan kita berdua dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.

Jika dilihat saat proses politik, banyak intrik yang terjadi. Bagaimana pandangan Bapak?

Saya sudah tegaskan. Proses politik yang ada tentunya memberikan contoh baik di masyarakat. Tunjukkan politik santun di masyarakat ,tidak saling menghujat satu sama lainnya. Apalagi pernyataan siap menang siap kalah sudah digulirkan. Sejak pertama saya juga tegaskan jika saya menang satu suarapun saya pertahankan, jika itu benar. Termasukpun jika saya kalah selama itu benar saya tetap pertahankan.

Sehingga, untuk semuanya sudah saya persiapan untuk mengantisipasi segala hal yang terjadi, termasuk segala bentuk kecurangan.“Saya ini petarung. Bukan satu kali ini maju di kancah pilkada. Jadi segala sesuatu sudah diantisipasi. Sehingga, dengan kesiapan saya mengantisipasi segala bentuk hal yang tidak baik dalam pilkada,” tegas Hendra.

Tetapi, proses politik itu sudah selesai. Mari samasama kita bangun Kabupaten Mura. Asal kita tidak terpecah-pecah dan terkotak-kotak. Tidak ada bupati dan wakil bupati milik desa atau tempat tertentu. Tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Mura.

Jika melihat proses pilkada yang ada, tentunya banyak kekhawatiran masyarakat khususnya kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Bagaimana Bapak menjawab hal tersebut?

Saya sudah katakan sejak awal pilkada telah selesai. Mari bersama-sama kita bersatu membangun Mura ini ke depan lebih baik lagi. Saya ingin satukan semuanya tidak ada yang terkotak-kotak lagi. Ini dari keluarga siapa, tugas di mana, ataupun kepala desa (kades) yang memihak ke siapa.

Semuanya telah selesai, karena saya ingin mengubah paradigma negatif pascapilkada. Jangan ada ketakutan pascapilkada. Saya ingin semuanya solid bersatu membangun Mura. Salah satunya pegawai negeri sipil (PNS) tidak perlu ada kekhawatiran. Karena di mana pun kita bertugas, jika memiliki keterampilan dan mampu menjalankan tugas yang diemban pasti ada tempat.

Jangan khawatir, karena saya juga dari kalangan biro - krasi merintis karier dari golongan bawah hingga jabatan akhir pembina utama/IVe pada 1 April 2015. Sudah berapa bupati memimpin Mura saya tetap digu - nakan tidak ada istilah non-job.

Tinggal ba gaimana memp osisikan diri dalam menjalankan tugas yang diemban dengan tanggung jawab dan loyalitas. Jadi, para PNS pahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang ada. Sebab, saya tahu siapa saja saat pilkada berlangsung bermain. Apalagi secara terang-terangan tampil di depan, karena itu menciderai dan menjadi contoh yang tidak baik di masyarakat.

Sebagai aparatur negara tentunya netralitas PNS menjadi perhatian semua masyarakat. Bapak sendiri tahu ada PNS yang bermain dalam pilkada Mura yang lalu?

Nah, itu menjadi kesalahan dan tidak patut dicontoh. Sehingga, secara sadar seharusnya mereka paham tupoksi PNS. Seharusnya mereka tidak secara terang-terangan, dan saya harapkan mereka sadar dengan sendirinya berupaya memperbaiki diri dengan bijaksana.

Silakan ambil keputusan yang terbaik. Sejak awal sudah dikatakan, kita ingin memberikan contoh proses demokrasi yang baik dan santun di masyarakat. Makanya tugas saya nanti ke depan menyadarkan mereka sebagai aparatur pemerintah untuk menunjung tinggi netralitas.

Kinerja PNS senantiasa menjadi sorotan diruang publik. Bagaimana Bapak menata kedisiplinan PNS nantinya?

Saya berupaya meningkatkan kinerja dan kedisiplinan para PNS. Apalagi sekarang, reformasi birokrasi sudah bergulir. Presiden sendiri telah menginstruksikan percepatan pembangunan. Sehingga, langkah ke depan yang diterapkan tentunya meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja.

Ke depan pola yang berhasil diberikan reward, namun jika bersalah atau melanggar aturan tentunya punishmentditerapkan. “Saya ingin membangun budaya malu para PNS. Bagaimana mendisiplinkan diri dan bertanggung jawab dengan amanah yang diemban,” tegas Hendra.

Bagaimana sinkronisasi antara struktur organisasi pemerintah dalam satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan visi dan misi Bapak nanti?

Saya berikan kesempatan untuk mereka menunjukkan kinerja dan tanggung jawab tupoksi yang diemban. Sebab, banyak agenda yang dijalankan ke depan untuk pembangunan masyarakat Mura. Semuanya diberikan target untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diemban, dengan melakukan inovasi dan kreativitas yang ada.

Jika tidak bisa atau sudah berulang kali diingatkan, maka saya persilakan mundur dari jabatan yang ada. “Kesempatan itu bisa saja diberikan pendidikan, melalui kursus yang menunjang kinerjanya dan tanggung jawab jabatan. Namun jika tidak bisa juga bekerja, maka saya persilakan mundur dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Bagaimana Bapak satukan seluruhnya mulai dari dalam birokrasi pemerintahan nantinya?

Saya katakan, tidak ada yang hebat kita ini. Yang penting sinergisitas semua pihak dalam roda pemerintahan. Tugas kita ke depan berat, sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan gotong royong bersama. Kita satu kesatuan yang utuh dan tidak boleh terpecah-pecah. Ingat proses demokrasi pilkada sudah usai.

Jangan takut-takut seperti kades yang ada, karena wilayah tidak menang tidak mendapatkan proyek ataupun lainnya. Seperti adanya paradigma negatif pascapilkada selama ini. Saya tidak ingin itu. Saya sudah katakan tadi semua harus sadar dengan kesalahan masingmasing. Berubah untuk maju ke depan, bersama membangun Mura. Hal negatif pascapilkada sudah harus ditinggalkan bukan zamannya itu diterapkan.

Bukan rahasia umum lagi, jika pemerintah pusat menyatakan Kabupaten Mura salah satu daerah masuk kategori tertinggal. Estafet kepemimpinan ke depan ditangan Bapak apa kiat-kiat nantinya yang akan di terapkan?

Sebenarnya saya tidak mau yang beratberat, karena masih ada Penjabat Bupati Mura yang menjalankan tugas memimpin Kabupaten Mura. Tetapi,seperti yang sudah saya katakan tadi, semua yang diprogramkan sesuai visi dan misi yang disusun menjadikan Kabupaten Mura Darussalam sempurna tidak hanya secara fisik pembangunan, tetapi yang lainnya. Sehingga, ke depan masyarakat Mura sejahtera, mandiri, produktif, dan relegius.

Indikator penting dalam percepatan pembangunan tentunya sektor keamanan dan ketertiban (kamtibmas) sangat penting. Bagaimana menurut Bapak?

Kita bersama-sama aparat Polri/TNI, masyarakat dan lainnya menciptakan kamtibmas yang kondusif. Sehingga, Kabupaten Mura menjadi kabupaten nyaman dan aman bagi siapapun juga. Yang akhirnya geliat pembangunan cepat dan muaranya kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Apa harapan Bapak kepada masyarakat Mura?

Saya Hendra Gunawan dan Hj Suwarti minta doa restu masyarakat Kabupaten Mura untuk menjalankan amanah yang diberikan. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mendoakan proses pembelajaran politik di Mura yang berlangsung dengan baik selama ini.

Berita Lainnya...