Edisi 07-02-2016
Geliat 1.001 Warung Kopi di Kota Laskar Pelangi-Ajang Nongkrong Lintas Kalangan, Raup Rp3 Juta Sehari


Udara serta dinginnya malam tak memengaruhi kehangatan di Warung Kopi Milenium. Derai tawa pengunjung silih berganti terdengar di warung yang terletak di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Bangka Belitung itu. Warung kopi itu memang tak semewah Starbuck, tetapi tak sekumuh warung kopi pinggiran jalan.

Meja-meja tertata rapi berbanjar dengan kursi di kanan-kiri. Ada beberapa kelompok meja pengunjung dengan jarak 30 cm diantaranya. Dengan ukuran 8 x 6 meter persegi, ruangan pun menjadi terasa lebih lega. Para pengunjung asyik meriungtanpa terganggu kelompok lain. Berbagai menu kopi ditawarkan kepada pengunjung. Berbahan dasar kopi khas Mang gar, pengunjung bisa me nikmati kopi hitam belitong O, kopi susu, cappuccino, dan cappucinosusu dengan ragam pilihan panas atau dingin. Bagi pengunjung yang tak suka kopi, mereka bisa memilih cokelat panas hingga beragam jus.

”Dalam sehari ratarata kami menjual 500–600 cangkir kopi de ngan omzet Rp3- 4 juta,” ujar Markus, pemilik Warung Kopi Milenium. Pria keturunan Tionghoa ini menuturkan bisnis warung kopi miliknya merupakan usa - ha turun-temurun. Namun di tangannya warung kopi diubah menjadi lebih modern mulai interior warung hingga menu yang ditawarkan. Untuk menarik minat kaum muda, dia juga menyediakan fasilitas wi-fi gratis.

”Kami harus me nyesuaikan dengan zaman,” ujarnya. Menurut Markus, warung kopi merupakan bisnis menjanjikan di Belitung Timur. Kultur masyarakat komunal menjadikan warung kopi sebagai ru mah kedua bagi warga Belitung. Mereka bisa mem per - bincangkan beragam persoalan di warung kopi, dari persoalan politik hingga perbaikan jalan desa. ”Mereka bisa nongkrong berjam-jam untuk ngobrolsambil minum kopi,” katanya. Bupati Belitung Timur Yuslih Izha Mahendra me - ngatakan, warung kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Belitung.

Di wilayahnya ada lebih dari 1.000 warung kopi. Usaha ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah di samping usaha perkebunan dan ne - layan. ”Bahkan, kami berusaha agar warung kopi ini menjadi ikon wisata seiring mening kat - nya kunjungan wisatawan ke daerah kami,” ujar saudara kan - dung politikus Yusril Ihza Mahendra itu saat ”nongkrong” bersama Menteri Desa Pem ba - ngunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar di Warung Kopi Milenium, Jumat (4/3). Yuslih mengakui pamor Be - litung di bidang pariwisata kian moncer setelah novel dan film Laskar Pelangimeledak di pa - sar an.

Menurutnya, banyak nya wisatawan yang ingin ber kun jung ke kampung novelis Andrea Hirata itu harus di - manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian daerah. ”Selain memperbaiki fasilitas dan infrastruktur wisata alam berupa pantai, kami juga harus mempunyai ikon wisata lain. Nah, warung kopi bisa menjadi salah satu alternatif untuk di - kunjungi wisatawan,” ujarnya.

Mendes Marwan Jafar menambahkan, warung kopi di Belitung Timur bisa dikem - bang kan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bisa saja nanti nya beberapa warung ber - gabung dalam satu BUMDes. ”Dengan bergabung BUMDes mereka bisa dibantu secara permodalan sistem bagi hasil dengan pe merintah desa,” ujarnya. Bantuan modal itu bisa di - ambilkan dari dana desa. Menurutnya, peruntukan dana desa difokuskan untuk tiga hal, yakni pembangunan infrastruk tur, penguatan ekonomi, dan penguatan layanan publik.
NONO SUWARNO- Belitung Timur

Berita Lainnya...