Edisi 11-02-2016
Kapal Bakamla Dilengkapi Landasan Peluncur Rudal


JAKARTA – Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus memperkuat kemampuannya dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Salah satunya melengkapi landasan peluncur peluru kendali dan senjata kaliber 12,7 milimeter (mm) pada kapalnya. Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla Laksamana Pertama (Laksma) Maritim Dicky R Munaf mengatakan, kapal ukuran mulai dari 48 meter (m) dilengkapi dengan senjata kaliber 12,7 mm. Senjata kapal seukuran ini dibatasi tidak lebih dari 20 mm.

Sedangkan kapal ukuran 110 m diusulkan senjata kaliber 40 mm. ”Di kapal juga disiapkan landasan peluncur peluru kendali kalau dalam kondisi perang bisa digunakan karena kita bagian dari komponencadangan,” ujarnya di Jakarta kemarin. Enam kapal yang sudah dipasang alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan landasan peluncur peluru kendali yakni kapal seri 48 mulai dari 01-06.

Landasan peluncur peluru kendali dipasang di bagian belakang kapal karena di depan ada ruang tahanan. Menurut Dicky, penempatan alutsista di kapal Bakamla sudah sesuai aturan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Nomor 7/2010 tentang Pedoman Perizinan, Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Standar Militer di Luar Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI.

Bakamla masuk kategori komponen cadangan (komcad), jadi memang disiapkan jika terjadi perang. Personel Bakamla juga dilatih pengetahuan tentang nuklir, menembak dan search and rescue (SAR). Menurut Dicky, mereka terus menambah kemampuan Bakamla dalam menjaga keamanan laut.

Karena itu, dalam melakukan penambahan kapal Bakamla tidak akan melakukan duplikasi terhadap kapal-kapal yang sudah dimilik badan, instansi, maupun stakeholder lainnya. Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penyelenggara Operasi Laut Bakamla Kolonel Maritim Joko Triwanto mengatakan, untuk menjaga keamanan laut, mereka mengintensifkan operasi terpadu yang melibatkan berbagai stakeholder, baik alutsista maupun personelnya.

Saat ini Bakamla tengah menggelar operasi di bagian barat Indonesia dengan sandi Nusantara I, Nusantara II untuk wilayah Indonesia tengah dan Nusantara III untuk wilayah timur .

sucipto

Berita Lainnya...