Edisi 11-02-2016
Pemerintah Canangkan Lumbung Pangan Desa


JAKARTA – Pemerintah akan mendirikan lumbung pangan desa yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes). Badan ini bisa menjadi pedagang pengumpul dari petani dan sebagai pemasok kebutuhan pokok langsung ke pasar.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar mencanangkan program lumbung pangan desa ini melalui BUMDes. ”Lumbung pangan desa ini tidak hanya sebagai buffer stock terhadap kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi stabilisasi harga. Karena lumbung pangan ini menjaga kebutuhan akan pasokan dari pihak luar,” katanya di Jakarta kemarin.

BUMDes juga bisa melakukan aktivitas pengolahan hasil pertanian, terutama pangan sehingga bisa dijual tidak dalam bentuk bahan mentah. Dengan demikian, para petani diharapkan mendapat nilai lebih dari pengolahan tersebut sehingga pada saat panen raya, kelebihan panen bisa diolah dalam bentuk barang jadi lainnya dan pasokan tetap terkontrol.

Untuk menjadikan petani peternak sebagai pemasok daging, memang perlu sebuah manajemen di tingkat petani produsen. Karena itu, Kemendes PDTT tengah menjajaki kerja sama dengan Bulog. Di sisi lain, Kemendes PDTT akan mengembangkan percepatan pembangunan Papua yang berbasis adat.

”Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan suatu model percepatan pembangunan yang berbasis wilayah adat, yang akan dibangun secara terpadu dengan mendayagunakan alokasi pendanaan dari Kemendes PDTT ke kabupaten- kabupaten di Provinsi Papua pada 2016,” ujar Mendes PDTT Marwan Jafar di Jakarta kemarin.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertentu (PDTU) Kemendes PDTT Suprayoga Hadi menjelaskan di Provinsi Papua terdapat lima wilayah adat yang telah diidentifikasikan komoditas unggulannya.

neneng zubaidah




Berita Lainnya...