Edisi 11-02-2016
Rubrik Politik Paling Diminati Pembaca Koran


Tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Bertepatan dengan momen spesial tersebut, melalui jajak pendapat, KORAN SINDO menelusuri rubrik apa saja yang memancing minat baca para pembaca koran. Berikut hasilnya

1. Politik
Rubrik politik menjadi rubrik paling diminati di media cetak. Sepak terjang para politikus, intrik-intrik serta aneka kasus yang menyertai, mampu menyita perhatian mayoritas responden. Kekuatan media cetak dalam hal kedalaman analisa dan akurasi menjadikan media cetak sebagai sarana pilihan masyarakat untuk membaca berita-berita politik.

2. Olahraga
Rubrik olahraga turut menjadi rubrik yang menyita perhatian masyarakat, terlebih kaum adam. Sepak bola merupakan topik berita olahraga paling banyak penggemar. Hasil pertandingan, bursa transfer, hingga isu – isu panas dari dalam dan luar lapangan hijau adalah beberapa topik pemberitaan yang digemari

3. Kriminal
Maraknya kasus kriminal di Indonesia membuat sebagian orang merasa perlu untuk selalu meng-update informasi terkait hal tersebut. Ketersediaan informasi memadai akan sangat berguna bagi pembaca untuk mengidentifikasi modus-modus kriminal sebagai bahan proteksi diri. Terlebih aksi-aksi kejahatan yang terjadi saat ini sangat bervariasi, baik dari bentuk maupun modus.

4. Selebriti
Dunia hiburan punya daya tarik tersendiri buat sebagian masyarakat Indonesia. Segala perilaku serta gaya hidup selebriti selalu menarik buat diintip. Bagi sebagian orang, membaca berita soal selebriti bisa bermanfaat sebagai bahan obrolan santai dengan rekan-rekan saat berkumpul.

5. Gaya Hidup
Di era serba modern seperti sekarang ini, manusia dituntut terus mengikuti perkembangan zaman termasuk gaya hidup. Faktor inilah yang membuat sebagian orang menggemari rubrik lifestyle yang banyak tersaji di media cetak. Trend make up, tips fashion serta kuliner adalah beberapa bagian dari rubruk lifestyle yang punya banyak pembaca.

6. Hukum
Berita-berita terkait hukum tak hanya diminati orang-orang yang bergelut dengan bidang hukum, melainkan juga masyarakat awam. Maraknya kasus hukum di Indonesia berhasil memancing minat masyarakat untuk mencari banyak informasi seputar pengadilan dan juga kasus-kasus besar.

7. Ekonomi dan Bisnis
Rubrik yang memuat segala sesuatu seputar perekonomian Indonesia turut menyedot perhatian sejumlah responden. Kebijakan – kebijakan pemerintah beserta problematikanya menjadi konsumsi publik yang dinilai wajib diketahui. Berita-berita seputar harga barang kebutuhan pokok, harga BBM, dan angka pengangguran menjadi beberapa topik menarik

8. Gadget
Bagi sebagian orang, gadget bukan lagi menjadi kebutuhan tersier maupun sekunder melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok. Perkembangan gadget yang dinilai semakin cepat menuntut seseorang untuk terus update terhadap berita – berita seputar gadget. Karenanya, tak heran jika rubrik ini ramai penggemar

9. Opini
Rubrik Opini merupakan salah satu kolom khusus dalam media cetak yang disediakan pihak redaksi bagi publik. Para penulis di rubrik ini bisa berasal dari kalangan tokoh, mahasiswa atau masyarakat biasa. Dalam rubrik opini, para penulis diberikan kebebasan dalam menganalisa problematika teraktual di masyarakat.

10. Musik
Rubrik musik memuat beragam informasi seputar dunia musik. Buat para penikmat musik, informasi ini diperlukan untuk selalu update dengan pekembangan musik terkini. Ulasan seputar penyanyi-penyanyi favorit atau agenda ajang-ajang musik besar selalu ditunggu para pencinta rubrik ini.

Tantangan Industri Surat Kabar

• Era digital menjadi tantangan bagi para perusahaan industri media cetak agar dapat bertahan dan bersaing secara sehat.

• Tak hanya revolusi teknologi, tantangan lain yang harus dihadapi oleh perusahaan industri media cetak adalah persaingan antar bisnis koran.

• Hasil riset WAN (akhir 1999), di Indonesia kehadiran media online tidak akan membunuh media cetak namun bahkan memperkuat media cetak.

• Karakter koran dan media online sangat berbeda.
1. Media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat
2. Koran menyampaikan berita lebih kontekstual dan mendalam .

• Media cetak dan online akan saling bersinergi dalam menyampaikan informasi yang beragam dan kaya karena kedua media memiliki konsep pemberitaan berbeda.

• Berita media online menyampaikan informasi yang bersifat breaking news dan untuk finishing akan disampaikan melalui media cetak.

• Untuk menjawab kebutuhan pembaca, media cetak masih bisa bertahan karena memiliki segmentasi khusus ketimbang media online yang dapat menjangkau semua kalangan.

• Industri media cetak masih dapat bertahan mengingat kebutuhan pembaca akan informasi yang akurat dan mendalam.

• Perusahaan industri media cetak tetap harus mengatur strategi dalam menghadapi tantangan persaingan di era konvergensi media.

Strategi Kedepan

• Perusahaan media perlu melakukan inovasi dan strategi pengembangan kreatif dalam menghadapi tantangan revolusi komunikasi.

• Salah satu strategi yang ditempuh media cetak dalam memanfaatkan media online yaitu dengan membuat koran cetak yang telah terbit ke versi digital

• Memaksimalkan pelaksanaan strategi pemasaran, dapat dengan cara membangun jaringan (networking), memelihara pelanggan dengan ikatan lebih personal, serta mengembangkan pasar baru pada segmen medianya.

• Melakukan promosi baik untuk memperkokoh image, mempertahankan kredibilitas di depan para stakeholder (baik pembaca maupun permasang iklan).

• Tetap menjaga mutu redaksi dalam menghadapi persaingan antar media. Salah satunya yaitu petimbangan faktor pemilihan koran bagi pembaca.

• Kenyamanan pembaca menjadi perhatian pertama bagi pembaca mulai dari ukuran kertas sampai jenis kertas.

• Masalah harga perlu disesuaikan dengan persepsi kualitas isi koran tersebut.

• Tata letak dan artistik koran juga berpengaruh pada ketertarikan pembaca terhadap koran

• Visual dan tata letak akan menggiring pembaca untuk melihat isi dan konten koran.

• Menjaga kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan atau pembaca.

• Membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

Luar Jawa Lebih Prospektif

1. Riset PT Nielsen Indonesia selama 2010-2014 menunjukkan potensi industri media cetak di luar Pulau Jawa lebih besar dibanding di dalam Pulau Jawa.

2. Penetrasi konsumsi koran di Jawa pada 2010 masih 15%, turun menjadi 11%.

3. Penetrasi koran di luar Jawa mengalami peningkatan paling tinggi, dari 23% pada 2010 menjadi 26% pada 2014.

4. Tingkat konsumsi media cetak di lima kota besar luar Jawa yakni Medan, Palembang, Denpasar, Makassar, dan Banjarmasin, lebih tinggi dibanding lima wilayah besar di Jawa (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi); Surabaya dengan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan); Bandung; Semarang; dan Yogyakarta yang berdekatan dengan Sleman dan Bantul.

5. Konsumsi media via internet di Sleman dan Bantul, DIY lebih tinggi (34%) ketimbang wilayah luar Jawa (32%).

6. Penetrasi Internet di Jawa bertumbuh dari 17% pada 2010 menjadi 34% pada 2014.

7. Ada kenaikan penetrasi media online di luar Jawa, dari 19% pada 2010 naik menjadi 32 % pada 2014.

8. Penetrasi konsumsi koran di Jawa pada 2010 sebesar 15%, turun menjadi 11% pada tahun 2014.

9. Penetrasi koran di luar Jawa mengalami peningkatan paling tinggi, dari 23% pada 2010 menjadi 26% pada 2014

Media Cetak Tetap Menjanjikan

Perkembangan internet dan juga media online dengan kecepatan dan kemudahan akses disebut-sebut menjadi ancaman serius bagi eksistensi media cetak. Bermodalkan faktor kedalaman yang menjadi keunggulan dibanding media lain, media cetak diyakini tetap survive dengan tetap bertumpu pada inovasi.

• Pendapatan Koran USD163 juta (stabil dibanding 2012)

• Sirkulasi Koran harian 534.000.000 eks (tumbuh 2% dibanding 2012)

• Pembaca Koran (2,5 miliar) stabil dibanding 2012

• Pembaca online 800.000.000 (tumbuh 23% dibanding 2012)

Koran dengan oplah terbesar di dunia

1. Yomiuri Shinbun

2. The Asasi Shinbun

3 . Mainichi Shinbun

4. The Times of India

5. Dainik Jagran

6. Cankao Xiaoxi

7. The Nikkei

8. BILD-Zeitung/BZ

9. People’s Daily

Sejarah Koran Dunia dan Indonesia

Koran pertama berupa lembaran berita yakni Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM)

• Koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di China.

• Tahun1400-an bentuk koran masih amat sederhana berupa Newsletter dan buku berita

• Newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500an.

• Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV

• Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, Jerman.

• Awal XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa.

• Mingguan Frankfurter Journal (1615) di Frankfrut, Jerman, dianggap sebagai koran pertama di dunia.

• Lahirnya Leipziger Zeitung (1660) di Jerman, yang awalnya mingguan kemudian menjadi harian menjadi koran harian pertama di dunia.

• Inggris mengenal koran hariannya yang pertama The London Daily Courant (1702).

• Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744, saat pemerintahan Gubjen Van Imhoff,yaitu Bataviasche Nouvelles.

• Di era penjajahan Inggris, lahirlah koran Java Government Gazette, sebagai corong pemerintah.

• Saat Belanda kembali berkuasa, koran itu diubah jadi Bataviasche Courant (1816), lalu Javasche Courant (1827).

• Tahun 1942, Belanda menyerah kepada Jepang dan koran Javasche Courant diubah Jepang menjadi Ken Po

• Selain Jakarta, di kota lain Surabaya, Semarang, Pasuruan, Padang, Medan, Palembang dan Makassar juga terbit koran.

• Tahun 1854 di Weltevreden (Gambir), Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak Zanding, Mingguan bahasa Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret 1855.

• Koran pertama di Indonesia adalah Warta Berita yang diterbitkan perdana pada 1901.

• Tahun 1904 pers Indonesia bangkit, saat raden Mas Djokomono dengan akte notaris Simon Mendirikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian.


Berita Lainnya...