Edisi 11-02-2016
Sejak Awal Tahun 15 Pasien DBD Meninggal


TANGERANG– Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tangerang telah berstatus kejadian luar biasa (KLB). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sejak Januari hingga saat ini, total sebanyak 15 orang meninggal akibat DBD.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dari 16 kecamatan yang terdapat kasus DBD, lima di antaranya penyumbang angka DBD tertinggi yakni Cikupa, Panongan, Pasar Kemis, Sindang Jaya, dan Balaraja. ”Saat ini banyak sekali masyarakat yang meminta dilakukan fogging, padahal fogging bukan solusi baik. Justru, fogging juga tidak baik kalau dilakukan terus menerus. Saya minta jangan panik dalam menghadapi KLB DBD ini,” kata Zaki kemarin.

Menurutnya, solusi yang tepat menangani DBD yakni seluruh masyarakat menyadari bahwa genangan di sekitar rumah mereka harus dibersihkan agar bebas dari jentik nyamuk. ”Hidup bersih solusinya,” tandasnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Naniek Isnaeni mengungkapkan, hampir kebanyakan korban jiwa DBD akibat telat penanganan. Mereka baru datang ke puskesmas atau rumah sakit setelah penyakit DBD-nya sudah parah. ”Harusnya segera dibawa ke puskesmas agar cepat terdiagnosa,” ujarnya.

Dia merinci, jumlah korban meninggal pada Januari sebanyak 13 orang, sedangkan hingga 10 Februari sebanyak 2 orang. ”Pada Januari DBD sebanyak 359 kasus dan Februari 76 kasus. Memang tahun ini mengalami kenaikan dari tahuntahun sebelumnya karena memang memasuki siklus 3 tahunan,” tuturnya.

Saat ini Dinkes Kabupaten Tangerang tengah minta bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan penelitian nyamuk di Kabupaten Tangerang. ”Apakah nyamuk itu sudah kebal dan mutasi gen atau bagaimana? kita belum tahu karena masih dalam penelitian Kemenkes. Kita juga terus lakukan kesiapsiagaan, baik dari tenaga medis maupun sarana dan prasarananya,” tandasnya.

Adapun Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memprediksi, puncak kasus DBD di wilayahnya terjadi bulan ini. Hal ini seiring dengan masuknya musim penghujan yang akan mencapai puncaknya pada akhir Januari hingga bulan ini. Dia pun mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap wabah DBD.

”Pada Januari ada 26 orang di Kota Tangerang yang terkena DBD. Pada minggu pertama Februari mencapai 21 orang yang terkena DBD,” ujarnya. Arief telah mengeluarkan surat edaran tentang bahaya penyakit DBD. Dalam surat tersebut dia memerintahkan jajarannya siaga dalam pengendalian DBD dan chikungunya di wilayah masing-masing.

”Saya sudah perintahkan lurah dan camat untuk menyosialisasikan gerakan 3 M plus, yaitu menutup tempat air, menguras tempat air, serta mengubur barang bekas dan mendaur ulang barang bekas,” paparnya.

denny irawan

Berita Lainnya...