Edisi 11-02-2016
Penjual Mobil via Online Dibunuh


JAKARTA– Berhati-hatilah bagi penjual yang menjajakan barang atau kendaraan melalui situs jual-beli online. Pelaku kejahatan kini memanfaatkan situs online untuk melancarkan aksinya.

Saking ingin menguasai kendaraan milik penjual, si pelaku yang berpura-pura sebagai pembeli nekat melakukan pembunuhan. Seperti yang menimpa Dedy Widyanarko, pemasang iklan jual mobil Nissan Grand Livina pada salah satu situs jual-beli online. Korban yang juga memasang nomor handphonedi iklannya itu kemudian dihubungi pelaku. ”Korban ini memasang iklan di situs jual-beli onlinemau jual mobil terus pelaku purapura mau beli,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso kemarin.

Dua pelaku meminta korban untuk bertemu. ”Saat bertemu mereka pura-pura mau test drive mobil korban,” ucapnya. Pelaku kemudian mencoba mobil tersebut bersama korban. Di tengah perjalanan, korban dibunuh. Kaki dan tangan korban diikat, sementara kepala dan dada korban dihantam benda keras. Korban dibuang di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (6/2) dini hari.

Wajah korban ditutupi sarung helm. Polisi yang melakukan pengejaran berhasil menangkap dua pelaku yakni Paulus Santoso alias Pingping, 28, dan Andi Cahyono alias Gareng, 28. Keduanya diringkus di Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, kemarin dini hari. ”Dua pelaku masih diperiksa, sedangkan satu lagi sedang dikejar,” sebut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti.

Paulus berperan sebagai otak yang merencanakan perampokan mobil korban. ”Dia yang memesan mobil ke korban sekaligus eksekutor,” katanya. Andi yang membantu membuang mayat di Jalan Inspeksi Cakung Drain. Kasus perampokan juga terjadi di Bekasi. Pelaku yang memegang senjata api memepet korban yang hendak memarkirkan Kawasaki Ninja di teras rumahnya di Jalan Semeru I, Perumahan Pondok Cikunir Indah, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (9/2) malam.

”Dua pria turun dari sepeda motor matik dan memaksa saya menyerahkan motor,” kata Bagus Aditya Aritonang, 18. Dua pelaku lainnya bersiaga. Korban yang tak ingin menyerahkan motornya kemudian melakukan perlawanan. Diancam todongan senjata api, Bagus justru menangkis pistol dan keduanya terlibat perkelahian. Pelaku lain memukul korban hingga tersungkur.

Salah satu pelaku yang jengkel rupanya mengumbar tembakan sebanyak lima kali agar Bagus mau menyerahkan sepeda motornya. Tiga tembakan ke udara dan dua tembakan ke arah korban. Satu peluru menyerempet paha kanan korban. Bagus mengerang kesakitan dan meminta pertolongan warga. Mendengar suara tembakan, ibu korban bernama Nuraini Rais Aritonang, 54, yang berada di rumah langsung bergegas ke teras rumah.

Dia terkejut melihat kepala anaknya ditodong pistol. Tanpa memikirkan keselamatannya, dia merebut pistol tersebut. Nuraini kemudian menodongkan pistol ke arah pelaku sehingga membuat mereka melarikan diri ke arah Jatiasih, Kota Bekasi. ”Saya spontan mengambil pistolnya karena melihat pelaku menodongkan pistol ke kepala si Bagus,” ujarnya.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Sukadi mengatakan, ibu rumah tangga yang menggagalkan aksi komplotan perampok di rumahnya adalah adik Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang. Sebelum pensiun, jabatan terakhir Edward yakni kapolda Jawa Tengah. ”Aksi heroik yang dilakukan Nuraini Rais Aritonang cukup berbahaya, namun patut diacungi jempol,” ucapnya.

Sementara itu, seorang pelaku perampokan tewas mengenaskan setelah aksinya digagalkan warga di Kampung Tirta Agung, Desa Waluya, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/2). Pelaku yang dikeroyok oleh para pedagang Pasar Lemahabang belum diketahui identitasnya.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kabupaten Iptu Makmur mengatakan, pelaku berjumlah dua orang. Satu pelaku tewas dan satu pelaku lain melarikan diri dengan membawa tas milik korban. ”Satu pelaku kabur menggunakan sepeda motor,” ujarnya. Peristiwa itu bermula saat dua pelaku yang mengendarai sepeda motor berhenti di Pasar Lemahabang. Satu pelaku turun dan berpura-pura menjadi pembeli di toko beras milik Subandi.

Tanpa curiga, korban menawarkan barang jualannya kepada pelaku. Saat itulah pelaku langsung mengambil paksa tas milik korban yang diselempangkan di pundak sebelah kanan. Aksi pelaku mendapat perlawanan dari korban. Pelaku yang kesal kemudian menyabetkan golok ke bagian tali tas. Tas berisi uang tunai dan barang berharga itu berpindah tangan ke pelaku.

i pelaku melarikan diri ke arah temannya yang menunggu di atas sepeda motor tidak jauh dari toko beras. Subandi berteriak minta tolong kepada pedaganglaindanwarga. Mendengar teriakan itu, warga langsung melakukan pengejaran dan menangkap satu pelaku.

helmi syarif/ abdullah m surjaya

Berita Lainnya...