Edisi 11-02-2016
ONH 2016 Berpeluang Lebih Rendah


JAKARTA– Ongkos naik haji (ONH) tahun ini dimungkinkan turun seiring dengan anjloknya harga minyak dunia yang berpengaruh pada biaya transportasi jamaah karena harga bahan bakar pesawat ikut turun.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengusulkan ONH 2016 sebesar USD2.717 yang berarti sama dengan ONH tahun lalu. Atas usulan tersebut, Komisi VIII masih mengkaji terjadinya kemungkinan-kemungkinan yang bisa mengurangi beberapa komponen biaya.

“Faktanya harga avtur sekarang turun dari tahun lalu. Dulu kan USD65/barel, sedangkan sekarang sekitar USD28. Karena penurunan harga bahan bakar pesawat itu DPR akan mengomunikasikan kemungkinan untuk bisa mengurangi beban transpor jamaah untuk penerbangannya,” katanya saat dihubungi kemarin.

Saat ini Komisi VIII masih melakukan kajian mendalam terhadap item-item pembiayaan yang ada. Banyak komponen yang saat ini sedang dibahas DPR mesti betul-betul terperinci, termasuk biaya dalam negeri dan biaya di luar negeri. Walaupun ada kemungkinan ONH tahun ini menjadi lebih murah daripada tahun lalu, dia tidak berani memprediksi hal itu bisa direalisasi.

Namun yang perlu menjadi perbaikan dalam hal kualitas haji akan disampaikan kepada pemerintah. Misalnya jatah makan jamaah selama di Arab Saudi dari 8 kali menjadi 15 kali. Kemudian perbaikan layanan transportasi bus antarkota di Arab Saudi. “DPR akan mempelajari dulu nominal yang diajukan pemerintah apakah bisa diturunkan atau tidak. Bisa dikurangi berapa?

Karena memang pada tahun lalu itu penurunan ongkos haji sudah maksimum. Tapi kita berharap jika tidak bisa diturunkan, ada hal-hal lain yang bisa kita efisienkan untuk jamaah haji kita,” tegas Saleh.

Menurut politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Komisi VIII sudah menindaklanjuti kesepakatan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada Selasa (9/2) dengan membahas penetapan prinsip- prinsip dasar penetapan BPIH versi DPR. Dalam dua hari terakhir ini mereka sedang mengkaji usulan BPIH yang diajukan pemerintah. Kemudian hasil pembahasan BPIH versi DPR akan dikompilasi dengan usulan BPIH dari pemerintah.

Pada prinsipnya Dewan ingin menyatukan versi dari pemerintah dengan versi dari DPR. Dia juga berharap bahwa proses pembahasan BPIH 2016 bisa berlangsung lebih cepat. Sementara itu, Kemenag berharap pembahasan penetapan BPIH 2016 bisa dibahas bersama DPR dalam waktu dekat ini. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Panja Penetapan BPIH untuk musim haji 2016 sudah dibentuk Kemenag dan Komisi VIII DPR.

Dia berharap segera dibahas besaran biaya haji yang akan ditetapkan pemerintah pada tahun ini. “Pekan ini atau pekan depan mulai dibahas seluruh komponen BPIH untuk 2016,” katanya seusai membuka acara peluncuran Seleksi Prestasi Akademik dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Gedung Kemenag, Jakarta.

Kemenag akan menerima usulan perbaikan dan kritik dari DPR karena pada prinsipnyaakan membuat Kemenag melakukan pembenahan. Pengawasan dari DPR bisa mendorong terbangunnya sistem di Kemenag yang lebih transparan dan akuntabel.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah( PHU) Abdul Djamil mengatakan, makin cepatnya pembahasan BPIH 2016, akan cepat pula persiapan pengurusan berbagai kebutuhan jamaah. “Setelah BPIH ditetapkan dan dilanjutkan dengan pengumuman pelunasan, Kemenag bisa langsung melakukan pengurusan administrasi seperti paspor dan visa,” katanya.

Semakin cepat penetapan BPIH 2016, berbagai kontrak dengan perusahaan jasa akomodasi di Arab Saudi pun bisa ditindaklanjuti. Kemenag bisa melakukan negosiasi kontrak dengan pihak-pihak penyedia jasa di Arab Saudi.

hunaifi mas’oed

Berita Lainnya...