Edisi 11-02-2016
Gunakan Katapel untuk Usir Pengunjuk Rasa


Katapel merupakan alat permainan tradisional yang amat populer. Namun, di India alat berbentuk huruf ”Y” itu kini akan digunakan untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang membandel dan berlaku anarkistis.

Katapel diyakini akan menjadi senjata yang efektif dalam menjaga keamanan dan keselamatan publik ketika situasi sulit dikendalikan. Seperti dilansir BBC , Kepala Polisi di Kota Jind, negara bagian Haryana, India, Abhishek Jorwal, mengatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada pertimbangan yang matang. Mereka melakukan banyak percobaan dan pengembangan sebelum menjadikan katapel sebagai salah satu senjata tambahan para personel keamanan.

”Kami akan menggunakannya dalam waktu dekat,” ujar Jorwal. Saat ini para personel polisi masih berupaya keras menguasai penggunaan katapel. Mereka berlatih di setiap kesempatan untuk mengasah kemampuan membidik. Pelatihan ini lebih sulit ketimbang pelatihan penggunaan senjata api karena keahlian pemakai benar-benar diuji. Menurut Jorwal, katapel yang akan dimasukkan ke dalam daftar senjata polisi berbeda dengan katapel pada umumnya.

Rancangannya dibuat lebih khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan. Alat sederhana ini hanya menjadi senjata alternatif ketika penggunaan pentungan, gas air mata, dan senjata lainnya tidak berfungsi secara efektif.

”Ide ini muncul ketika kami mencoba berpikir mencari cara yang efektif dan tidak mematikan dalam membuyarkan para pengunjuk rasa yang terkadang bertindak kasar dan hilang kendali. Kami pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan katapel dan gas air mata, sedangkan senjata berpeluru akan dijadikan sebagai pilihan terakhir,” terang Jorwal.

Sebagai amunisi, polisi India akan menggunakan bola kelereng dan cabai yang disimpan di dalam kantong kecil. Penggunaan kelereng memang berpotensi melukai para pengunjuk rasa. Namun, penggunaan peluru yang terlalu lembut juga tidak akan ada artinya. Apalagi ketika terjepit dalam situasi yang serbakacau dan rusuh. ”Bola kelereng dan cabai tidak akan menyebabkan luka permanen, tapi tetap terbilang optimal dalam memukul mundur para pengunjuk rasa,” kata Jorwal.

Selain itu, polisi ”angkatan katapel” juga akan dilatih sebaik mungkin agar mengetahui ketentuan-ketentuan penggunaan katapel, termasuk titik organ yang harus dihindari ketika membidik. Meski tidak mematikan, beberapa orang di India mengaku khawatir penggunaan kelereng sebagai amunisi katapel akan menyebabkan luka serius pada warga sipil.

Namun, polisi menepis itu dan mengaku akan tetap berupaya mengutamakan keselamatan publik sembari tentu menjaga keselamatan aparat.

MUH SHAMIL

Berita Lainnya...