Edisi 11-02-2016
Hasil Kebijakan Pribumi Bervariasi


Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengakui upaya pemerintah membantu memperbaiki kehidupan warga pribumi tidak sesuai harapan di beberapa wilayah.

Turnbull mengungkapkan hal itu kemarin untuk merespons laporan tahunan ”Menutup Kesenjangan” di parlemen. Laporan itu melacak kemajuan berbagai target untuk mengurangi kesenjangan antara warga pribumi dan nonpribumi Australia. Dia menjelaskan, upaya terpadu perlu dilakukan karena tingkat kesuksesan inisiatif itu bervariasi.”

Tidak dapat disangkal bahwa kemajuan target-target itu bervariasi,” tulis Turnbull dalam pembukaan laporan tersebut, dikutip BBC . Laporan itu menyebutkan, target untuk mengatasi kesenjangan dalam tingkat kematian untuk anak-anak pribumi di bawah usia lima tahun dalam satu dekade hingga 2018 sudah sesuai harapan.

Tingkat perokok berkurang dan jumlah pelajar pribumi yang menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA) meningkat dua kali lipat sejak 1990-an. Meski demikian, target untuk mengatasi kesenjangan dalam tenaga kerja dan harapan hidup antara pribumi dan nonpribumi Australia tidak sesuai harapan.

Penduduk pribumi atau suku Aborigin tinggal di Australia sejak 40.000 tahun lalu dan jumlahnya hanya 470.000 orang dari total populasi Australia 23 juta jiwa. Warga pribumi umumnya memiliki pendidikan, harapan hidup, serta pendapatan yang lebih rendah dari nonpribumi.

ananda nararya


Berita Lainnya...