Edisi 11-02-2016
Nelayan Aceh Bakal Terima UNHCR Award


LHOKSEUMAWE - Masyarakat Aceh patut berbangga karena kelompok nelayan Aceh masuk nominasi penerima Nansen Refugee Award 2016 dari Komisioner Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).

Mereka dinilai berjasa telah menyelamatkan warga Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di laut. Menurut Direktur Internasional Yayasan Geutanyoe Lilianne Fan, perjuangan para nelayan menyelamatkan ribuan warga Rohingya dan Bangladesh layak dihargai. Karena itu, yayasan yang dipimpinnya mengusulkan nelayan Aceh menjadi kandidat penerima Nansen Refugee Award UNHCR.

”Kalau tidak ditolong para nelayan Aceh, nyawa anakanak, warga Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di laut, bisa tidak terselamatkan. Makanya, kami mengajukan para nelayan ini untuk mendapatkan Nansen Refugee Award 2016,” kata Lilianne Fan di Lhokseumawe kemarin.

Setiap tahun UNHCR memberikan Nansen Refugee Award kepada lembaga dan relawan yang telah menyelamatkan para pengungsi yang mencari suaka politik serta fokus memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak pengungsi di berbagai negara. Lilianne menambahkan, para nelayan Aceh menunjukkan aksi nyata kerja kemanusiaan dengan menyelamatkan para pengungsi yang terdampar tanpa memandang ras dan suku.

Jumlah pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di Provinsi Aceh dilaporkan hanya tersisa 350 orang dari sebelumnya 1.010 orang. Para pengungsi itu tinggal di tempat penampungan di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, di panti yang ada di Desa Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dan barak Desa Blang Ado, Kabupaten Aceh Utara.

ant

Berita Lainnya...