Edisi 11-02-2016
Puluhan Ribu Tenaga Kerja Dibutuhkan Sektor Kemaritiman


JAKARTA – Sektor kemaritiman membutuhkan puluhan ribu pekerja. Sayangnya, krisis sumber daya manusia (SDM) mengancam industri maritim membuat potensi lapangan pekerjaan ini tidak tergarap.

Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Direktur Jenderal (Ditjen) Hubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Triyuswoyo mengatakan, industri maritim sebenarnya sangat luas potensi lapangan pekerjaan baru, di antaranya ada 24 pelabuhan baru yang akan dibangun. Belum lagi industri perkapalan dan infrastruktur terkait kapal, pemberdayaan pipa bawah laut dan juga menjadi pelaut.

“SDM maritim yang andal dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi maritim. Hanya, kesiapan SDM di bidang kemaritiman justru kritis,” katanya pada seminar Pilihan Pendidikan dan Peluang Karier yang Dibutuhkan Indonesia di Universitas Mpu Tantular, Jakarta kemarin. Tri menerangkan, Masyarakat Transportasi Indonesia mencatat tenaga kerja di industri pelayaran baru terpenuhi 1.500 orang dari kebutuhan 7.000 orang per tahun.

Sementara tenaga angkutan lepas pantai hingga kini masih didominasi tenaga asing. Sayangnya, total tenaga terampil bersertifikat yang dihasilkan dan dapat diserap pasar dunia maritim hanya 10%. Ketidakseimbangan antara supply and demand inilah yang harus diantisipasi dengan membangkitkan animo generasi muda untuk berkarier di bidang kelautan. Sebab sudah tidak terelakkan lagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka puluhan ribu lapangan pekerjaan itu hanya akan terisi pekerja asing.

Sementara psikolog Pendidikan Universitas Indonesia (UI) Diennaryati Tjokrosuprihartono mengatakan, industri kemaritiman belum popular di mata mahasiswa karena tidak adanya sosialiasi yang bagus mengenai pekerjaan dengan skill khusus dan gaji tinggi dan juga tantangannya. Padahal maritim tidak hanya bisa menjadi pelaut, namun bisa menjadi pekerja di galangan kapal, pelabuhan, offshoreatau manajer.

“Sebagai negara maritim kita pun tidak mampu menyediakan kapal dengan jumlah besar. Ini adalah tantangan kita agar poros maritim dunia yang diwacanakan presiden bisa terwujud,” ucapnya.

neneng zubaidah

Berita Lainnya...