Edisi 11-02-2016
Renovasi Infrastruktur Asian Games Butuh Rp2 Triliun


JAKARTA – Renovasi fasilitas ajang olahraga Asian Games Ke- 18 pada 2018 diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp2 triliun.

Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Adjar Prajudi mengatakan, perkiraan kebutuhan anggaran tersebut berasal dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga, APBN serta Kementerian PUPR.

”Kebutuhan anggarannya tidak sampai Rp5 triliun. Kita masih hitung atau berada pada kisaran Rp2 triliun. Anggaran berasal dari Kemenpora Rp500 miliar, sisanya dari APBN-P yang masih bisa dikejar tahun ini serta anggaran Cipta Karya,” ucapnya pada jumpa pers mengenai persiapan dukungan Asian Games di Jakarta kemarin.

Renovasi tersebut terdiri atas 14 venue, di antaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tennis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, Lapangan Sepak Bola A/B/C, Stadion Renang, Istora Senayan, Lapangan Softball Pintu Satu, Lapangan Latihan Bulu Tangkis (Hall ABC), Gedung Bola Voli, Lapangan Softball Cemara III, serta Lapangan Bulu Tangkis.

Terbatasnya waktu membuat Direktorat Cipta Karya hanya akan melakukan penambahan maupun renovasi yang bersifat moderat. ”Kalau mengubah seluruh venue yang ada dengan memanfaatkan desain dan teknologi baru saya kira tidak cukup waktu. Sebab, fasilitas dukungan persiapan Asian Games ini harus selesai pada 2017,” imbuh dia.

Renovasi yang cukup besar, menurut dia, diperuntukkan pada venue kolam renang yang akan dirombak menjadi aquatic center dan dibuat indoor. ”Kolam renang salah satunya akan dirombak total sesuai standar Olympic Games (Olimpiade). Yang sekarang masih terdiri atas delapan lines, nanti akan kita buat menjadi10 lines, begitupun kedalamannya,” pungkasnya.

Kementerian PUPR juga diminta melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana ruang luar bangunan kompleks olahraga seperti gerbang, loket, pedestrian, tempat parkir, pagar, toilet, penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym serta tempat sampah. Selain kawasan SUGBK, Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk membangun kampung atlet di Kemayoran dan Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan.

Untuk pembangunan kampung di dua lokasi itu Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan BUMN Perumnas. Direktur Utama Perumnas Hilmawan Arief Sugoto mengatakan, pihaknya akan menunggu koordinasi bersama Kementerian PUPR mengenai pembagian kerja. ”Yang jelas nantinya, setelah digunakan untuk atlet, bisa juga dimanfaatkan untuk masyarakat,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Nilai investasi proyek di Jakabaring mencapai Rp400 miliar. Adapun anggaran di kampung atlet Kemayoran bisa dipastikan pada Maret 2016. ”Belum tahu kalau yang di Kemayoran, kita tunggu hasil kajian Kementerian PUPR,” imbuhnya.

ichsan amin

Berita Lainnya...