Edisi 11-02-2016
Gatot Kembali Sebut Maruli Minta Jatah Rp500 Juta


JAKARTA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Gatot Pujo Nugroho kembali menyebut mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung yang kini menjabat sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung meminta Rp500 juta.

Permintaan tersebut berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi dana batuan sosial (bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD kepada Pemprov Sumut yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Gatot mengaku mengetahui Maruli sebagai dirdik Jampidsus Kejagung dari surat panggilan permintaan keterangan yang diterima Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut saat itu Ahmad Fuad Lubis dan Plh Sekda Provinsi Sumut Sabrina. Surat panggilan tersebut ditandatangani Maruli. Gatot mengaku, permintaan uang tersebut disampaikan Otto Cornelis (OC) Kaligis selaku kuasa hukum pribadi Gatot.

Menurut Gatot, atas permintaan tersebut, dirinya pun menyanggupi. “Saya dapat report dari Pak OCK sudah diberikan uang ke Maruli,” ungkap Gatot saat diperiksa sebagai terdakwa bersama istrinya, Evy Susanti, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin.

Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan penasaran dengan keterangan Gatot. Dia menanyakan jumlah uang yang diminta dan diserahkan ke Maruli. Gatot pun menjawab Rp500 juta. Meski demikian, Gatot mengaku tidak mengetahui kepastian penyerahan uang tersebut ke Maruli. Pasalnya, yang lebih mengetahui adalah OC Kaligis. Gatot mengungkapkan, Evy juga pernah melaporkan kepadanya bahwa uang sebesar Rp500 juta sudah diserahkan ke OC Kaligis untuk diteruskan ke Maruli.

Sepengetahuan Gatot, setelah uang berpindah dari Evy ke Kaligis, status Gatot berubah dalam surat panggilan permintaan keterangan. Mulanya dalam surat panggilan terhadap Sabrina dan Fuad itu tercantum nama Gatot sebagai tersangka. Namun surat panggilan berikutnya berubah, tidak tercantum lagi nama Gatot sebagai tersangka. ”Ada perubahan pemanggilan. Di perihal-nya tidak ada nama tersangka. Formatnya hanya diduga,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya tim Jamwas Kejagung sudah memeriksa Maruli, Gatot, dan Evy terkait dugaan permintaan dan penyerahan Rp500 juta ke Maruli. Menurut Jamwas Kejagung Widyo Pramono, dari hasil pemeriksaan tersebut, tudingan permintaan dan penerimaan Maruli tidak terbukti.

”Hasil pemeriksaan Gatot dan istrinya, yang bersangkutan tidak pernah memberikan uang, baik ke Jaksa Agung atau ke Dirdik Jampidsus. Jadi sudah clear permasalahannya. Semua itu hanya omong kosong,” tandas Widyo.

sabir laluhu

Berita Lainnya...