Edisi 22-02-2016
Satpol PP Kesulitan Razia Gay


MOJOKERTO – Aktivitas kaum gay di bekas pengeboran Tirta Asri, Kota Mojokerto, tampaknya bakal terus terjadi. Satpol PP Kota Mojokerto mengaku kesulitan menertibkan karena mudahnya pelaku menyamarkan aktivitas menyimpang mereka.

Petugas mengaku telah mengendus penyimpangan perilaku seks sejumlah pria yang berkumpul di Tirta Asri. Bahkan, petugas menemukan sejumlah bukti kejanggalan aktivitas sejumlah pria di lokasi yang berada di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari itu. “Memang saat penyelidikan, semua yang ada di lokasi itu adalah kaum pria,” ujar Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Mashudi melalui Kabag Humas dan Protokol Heryana Dodik Murtono, kemarin.

Dodik menyebutkan, dari hasil penyelidikan petugas tersebut, diyakini jika di lokasi yang merupakan aset Pemkot Mojokerto itu dipakai kalangan gay melakukan seks menyimpang sesama jenis. Namun, kata Dodik, petugas menemukan kesulitan merazia. “Tidak ada undang-undang dan peraturan daerah yang mengatur itu. Kalau semuanya laki-laki, mereka bakal berkelit jika dirazia,” ujarnya kecuali jika saat dirazia mereka tengah melakukan hubungan seks.

Meski begitu, Dodik mengaku jika ada upaya lain yang telah disiapkan membersihkan Tirta Asri dari aktivitas para gay. SatpolPP telahmemintapenjagalokasi tersebut memasang penerangan di sejumlah titik. Karena memang di lokasi seluas itu hanya terdapat dua lampu sehingga banyak tempat bisa dipakai para gay untuk melakukan hubungan seksual secara terbuka namun aman. “Kita sudah meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk memasanglampunya,” katanya.

Selain menambah penerangan, Satpol PP juga meminta agar pengelola berasal dari warga setempat membongkar dinding bambu yang dipasang di dekat sumber air. Karena dinding bambu ini juga yang dipakai para gay bersembunyi saat melakukan hubungan seks sesama pria. “Itu (dinding bambu) akan dibongkar. Setelah ini akan kita pantau agar pengelola melaksanakan perintah yang sudah diberikan Satpol PP,” katanya.

Komisi III DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik memberikan apresiasi kepada Satpol PP yang bertindak cepat, meski menurutnya, polisi praja ini dinilai terlambat mengetahui ada aktivitas para gay di lahan milik pemkot. “Memang menurut saya, yang pertama adalah lokasi tersebut dirombak agar tidak memungkinkan lagi dipakai para gay untuk berbuat mesum,” kata Junaedi Malik.

tritus julan

Berita Lainnya...