Edisi 28-02-2016
PSSI Janjikan Reformasi


JAKARTA –Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berjanji melakukan pembenahan atau reformasi organisasinya demi mewujudkan sepak bola Tanah Air yang lebih baik. PSSI pun siap mengikuti semua instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, menurut Wakil Ketua Umum (Waketum)-nya Hinca Pandjaitan, PSSI sudah mempunyai langkah-langkah detail reformasi yang akan dilakukan jika memang disetujui pemerintah. Menurut dia, reformasi awal akan dilakukan di tubuh klub-klub. Setelah itu, PSSI akan melakukan reformasi wasit dan manajemen. Akan tetapi mantan ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI itu menggariskan, semua rencana reformasi itu harus tetap mengikuti aturan AFC dan FIFA.

”Karena itu saya sangat senang dan berharap kepada Presiden Jokowi, presiden kita yang sangat kita hormati, Bapak, undang kami. Kita bicara dan kami akan serahkan apa yang bapak minta, kamidengarkanapayangBapak minta, kami jalankan apa yang Bapak minta,” kata Hinca dalam diskusi Polemik Sindotrijaya FM dengan tema ”Alangkah Lucunya Sepak Bola Kita” di Warung Daun, Jakarta, kemarin.

Hadir juga menjadi pembicara pada diskusi tersebut adalah mantan Menpora Roy Suryo, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot Dewa S Broto, Ketua BOPI Noor Aman, dan pengamat sepak bola M Rais Adnan. Tentang syarat kongres luar biasa (KLB) seperti yang diminta pemerintah, Hinca berpendapat hal tersebut akan memberatkan PSSI.

Pasalnya, KLB harusnya datang dari gagasan anggota PSSI, bukan dari unsur di luar keorganisasian. ”Kemudian ada prasyaratnya oleh si anggota itu sendiri. Tidak mungkin kalau pemerintah mau memaksakan KLB itu, malah nanti memperparah sanksi FIFA,” kata Hinca. Gatot juga sependapat dengan permintaan Hinca.

Sosok yang juga tergabung dalam keanggotaan Tim Transisi bentukan Kemenpora ini memang menyarankan PSSI untuk memaparkan apa program reformasi tata kelola sepak bola yang ingin dilakukan kepada Presiden. Walau belum tentu dengan pemaparan itu SK pembekuan dicabut, Gatot menilai hal itu jadi salah satu langkah yang bisa memudahkan ruang gerak PSSI untuk sementara.

”Yakinkan kepada Presiden, ini yang akan dilakukan PSSI (mengenai reformasi tata kelola sepak bola Indonesia). Saya rasa itu akan mempermudah Bapak Presiden. Saya tidak jamin Senin (SK pembekuan) dicabut, tapi pasti PSSI akan lebih leluasa,” urai Gatot. Dia menegaskan bahwa pola opsi yang diambil mengenai rencana pencabutan surat keputusan (SK) pembekuan PSSI diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

Akan tetapi berapa banyak opsi yang nantinya akan keluar, belum bisa disampaikan secara pasti. ”Misalkan dikatakan (Bapak Presiden Jokowi), Pak Menpora ini pilihannya A. Misalnya segera dicabut tapi dengan syarat ini. Atau mungkin, ini belum dicabut, harus begini-begini dulu. Itu polanya seperti itu,” katanya. Lalu apakah ada dua opsi yang diajukan Kemenpora kepada Presiden Jokowi? Gatot langsung membantah. ”Oh tidak, bisa dua opsi, bisa tiga opsi, bisa banyak opsi, semua tergantung kepada Bapak Presiden,” ungkap Gatot.

Jangan Hancurkan Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Hary Tanoesoedibjo (HT) meminta pemerintah tegas dalam menyikapi kemelut sepak bola di Tanah Air akhir-akhir ini sehingga tidak membuat bingung masyarakat. ”Saya bingung saja kalau baca berita, satu sisi katanya sudah mau dicabut, satu sisi (lagi) katanya ada syarat-syaratnya,” ujar HT saat ditemui di Jakarta kemarin.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pembina Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) ini, semangat yang harus dipegang oleh semua pihak saat menyelesaikan persoalan ini adalah menjauhkan sepak bola Tanah Air dari kehancuran. Caranya adalah jauhkan kepentingan pribadi karena patut diingat di balik olahraga sepak bola, ada banyak harapan dan orang yang menggantungkan hidupnya dari si kulit bundar.

”Yang jelas jangan dihancurkan sepak bola di Indonesia ini. Generasi muda itu banyak dan suporter peminat bola juga banyak. Jadi tolong berilah mereka penghargaan. Jangan jadi kepentingan pribadi,” lanjut HT. HT berharap berlarut-larutnya persoalan sepak bola Tanah Air segera berakhir sehingga bisa kembali meraih prestasi dari setiap ajang yang diikuti.

”Supaya masalah sepak bola cepat selesai sehingga berjalan seperti dulu lagi dan kita bangun lagi supaya kita punya prestasi yang baik,” katanya. Mantan Menpora Roy Suryo juga meminta pemerintah tegas atas pencabutan SK pembekuan PSSI. Roy menilai pemerintah tidak lagi terlalu cepat dalam melemparkan wacana. Lebih baik disiapkan betul secara matang agar tidak memberikan kegaduhan baru di persepakbolaan Indonesia.

”Belum-belum apa-apa sudah diputuskan ini mau dicabut (SK pembekuan) PSSI, padahal dikaji saja belum. Kaji dulu baru dicabut. Jadi pesan saya kepada pengganti saya (Menpora Imam Nahrawi), pikirkanlah bijak. Lebih baik diskusi panjang sebelum diketahui (diinformasikan kepada) masyarakat,” tutur Roy.

Decky irawan jasri/ dian ramdhani/ sindonews