Edisi 28-02-2016
Pesawat Terbesar di Dunia Segera Terbang


Pesawat terbesar di dunia akan segera melakukan tes penerbangan pertama pada bulan depan. Sirip raksasa baru saja dipasang ke kendaraan udara yang dijuluki ”Flying Bum” itu sebagai persiapan penerbangan tersebut.

Tes terbang pertama itu akan menguji kemampuan kapal udara sepanjang 93 meter tersebut. Kendaraan udara ini awalnya dikembangkan sebagai bagian proyek Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), tapi kemudian dihentikan pengerjaannya oleh petinggi militer. Kini kendaraan udara itu akan disempurnakan untuk melayani penerbangan bisnis dan liburan di hanggar di Cardington, Bedfordshire.

Sirip raksasa pertama telah dipasang di kapal udara yang nama resminya adalah Airlander 10 tersebut. Pengembangan pesawat itu dilakukan oleh perusahaan Hybrid Air Vehicles. ”Bulan ini telah dilakukan pemasangan di bawah lambung kapal untuk persiapan Penerbangan Pertama Airlander, dimulai dengan modul bahan bakar di belakang pesawat, diikuti dengan pemasangan balok angkut, yang akan mendukung kargo eksternal berukuran besar.

Akhirnya kokpit dan modul misi dipasang pekan ini,” ungkap pernyataan Hybrid Air Vehicles, dikutip Daily Mail. Sirip dengan ukuran 9 x 11 meter itu dipasang di lambung kapal udara dengan serangkaian kabel dan penjepit. Jika Anda meletakkan dua sirip itu berdampingan, luasnya sama dengan lapangan tenis. Kapal udara itu diisi dengan 1,3 juta kaki kubik helium yang cukup untuk mengisi 15 kolam renang ukuran Olimpiade.

Pengisian itu dilakukan dalam tes terbang sebelumnya pada Oktober lalu. Meski kapal udara ini memiliki ukuran dan desain sangat luar biasa, kendaraan ini menarik banyak perhatian karena penampilannya. Kehadiran kapal udara ini diharapkan dapat meningkatkan kembali minat publik untuk menggunakan kapal udara sebagai sarana transportasi dan lainnya. Kendaraan udara ini telah berhasil diuji dengan tes melayang.

Lambung kapal diisi dengan helium dan melayang di luar hanggar pesawat pada November lalu. Ini tes pertama saat mesin-mesin pendukung berhasil dipasang. Tanggal tes penerbangan belum diumumkan, tapi kapal udara itu akan dibatasi hingga radius 112 kilometer. Jika berhasil, kendaraan terbang berbasis prototipe ini akan segera diproduksi.

Selama tes melayang tahun lalu, kapal udara itu dipasang ke empat truk fork-lift, masing-masing dengan dua ton blok semen untuk mencegahnya terbawa ke atas. Saat itu kapal udara itu digerakkan di sepanjang hanggar. Di lokasi baru dekat pintu hanggar, kapal udara senilai USD1,1 miliar (Rp15 triliun) sedang dipasangi mesin, sirip, dan modul misi menjelang penerbangan pertama.

Kendaraan udara itu telah melakukan tes terbang pada 2012, tapi lepas landas pada bulan depan itu akan menjadi yang pertama dengan spesifikasi terbaru kendaraan hibrida tersebut. Airlander pun dinobatkan sebagai pesawat terbesar di dunia, bahkan lebih besar dibandingkan Airbus A380. Meski demikian, Airlander lebih kecil dibandingkan Zeppelin yang dikembangkan di Jerman era 1930-an.

Kapal udara terbaru itu menghasilkan 60% daya angkat aerostatis yang lebih ringan daripada udara, dan 40% aerodinamis dengan bentuk sayapnya. Selain itu, kapal udara itu juga memiliki kemampuan memutar mesinnya untuk menyediakan tambahan kekuatan 25% untuk naik atau turun. Ini berarti Airlander dapat melayang serta mendarat di hampir semua permukaan, termasuk udara, gurun pasir, dan air.

Kapal udara ini juga mampu tetap berada di udara selama dua pekan dalam sekali terbang, bergerak dengan kecepatan lebih dari 144 kilometer per jam dan berjalan di ketinggian hingga 6.100 meter dengan kargo seberat 10 ton. Beberapa pihak memuji Airlander sebagai masa depan perjalanan udara karena tidak seperti pesawat konvensional lainnya, kapal udara ini mengeluarkan sedikit polusi dan tidak terlalu berisik untuk mengganggu orang di darat.

Kendaraan udara ini dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter. Itu berarti kapal udara itu tidak perlu landasan pacu yang panjang untuk dapat beroperasi. Perusahaan Inggris, Hybrid Air Vehicles, awalnya salah satu kontraktor yang mengembangkan kendaraan itu untuk Angkatan Darat AS dalam program senilai USD500 juta (Rp6,7 triliun) yang kemudian dihentikan pada 2012.

Hybrid Air Vehicles kemudian membeli hak paten untuk mengembangkan Airlander demi kepentingan komersial, termasuk menggunakan kapal udara itu sebagian pesawat penumpang yang mampumenampung48orangsekaligus. Kapal udara itu juga akan menawarkan layanan bisnis seperti pengawasan pantai, pengintaian militer dan sipil, produksi film dan riset akademis.

Para insinyur yang terlibat dalam proyek itu berharap dapat meluncurkan kapal udara dengan sangat senyap sehingga dapat beroperasi pada malam hari di antara kota-kota besar untuk konsumen bisnis. Tidak seperti pesawat umumnya, Airlander tidak memiliki struktur internal, tapi menjadi kaku saat pengisian helium yang memiliki tekanan sedikit lebih tinggi daripada tekanan atmosfer.

Material lambung kapal udara itu didesain oleh Warwick Mills dan dirakit oleh ILC Dover, perusahaan yang membuat pakaian antariksa. Kapal udara itu menggunakan kain tenun untuk kekuatan di bagian dalam dan lapisan Tedlar untuk perlindungan luar dengan ketebalan kertas film untuk menahan helium.

Tedlar biasa digunakan di bagian bawah lapisan tahan api di pesawat dan digunakan untuk jas hutan dan lapisan logam. ”Material paling baru yang kuat dan ringan digunakan dalam pembuatan Airlander 10, mulai dari kain untuk lambung kapal hingga komposit karbon pada modul misi, modul bahan bakar, pipa bahan bakar, dan pendukung mesin,” papar perusahaan tersebut.

”Kami memproduksi polusi suara dan polusi udara yang lebih rendah, jejak karbon lebih sedikit dibandingkan pesawat konvensional dan memiliki ketahanan lebih lama dan kapasitas angkut kargo lebih baik dibandingkan kendaraan terbang lainnya,” pungkas perusahaan itu.

Syarifudin