Edisi 28-02-2016
Penyimpan Data 5 Dimensi Mampu Bertahan Selamanya


Kehidupan modern membuat seseorang sering memotret dan merekam video dengan smartphone. Mereka juga menyimpan ratusan hingga ribuan musik digital atau film di berbagai gadget.

Belum lagi berbagai perusahaan, museum, dan perpustakaan yang harus menyimpan ribuan hingga jutaan arsip penting. Semua situasi itu membutuhkan ruang penyimpanan yang semakin hari semakin besar. Kebutuhan seseorang atau lembaga akan terus meningkat seiring perkembangan waktu. Itulah mengapa teknologi penyimpanan data menjadi sangat penting bagi umat manusia.

Kebutuhan ruang penyimpanan data yang sangat besar inilah yang disadari para ilmuwan. Ditambah lagi, berbagai peralatan penyimpan data itu mudah rusak dan berbagai data digital pun hilang begitu saja. Kondisi ini tentu membuat seseorang sangat kesal. Beberapa ilmuwan di Universitas Southampton pun melakukanpengembanganteknologi untuk menjawab permasalahan tersebut.

Mereka sedang mengembangkan storage data digital yang mampu bertahan miliaran tahun dan memiliki kapasitas 360 terra byte (TB). Menggunakan kaca struktur nano, para peneliti dari Optoelectronics Research Centre (ORC) Universitas Southampton itu mengembangkan proses penyimpanan dan pembacaan data digital lima dimensi (5D) menggunakan penulisan laser femtosecond.

Storage ini juga mampu bertahan hingga suhu 1000 derajat Celsius dan pada suhu ruangan. Data mampu bertahan dengan aman tanpa batas waktu pada suhu ruangan. Pada suhu 190 derajat Celsius, storage itu dapat bertahan hingga 13,8 miliar tahun. Pencapaian ini tentu membuka era baru dalam penyimpanan data abadi.

Dengan beberapa keunggulan tersebut, pemilik data tak perlu khawatir saat akan menyimpan atau mengakses data mereka kembali. Ketangguhan yang dimiliki storage itu membuat data nyaris tak memiliki kemungkinan akan rusak atau tak terbaca saat dibuka. Teknologi ini dapat digunakanuntukmengelolaarsip- arsip besar seperti arsip nasional, museum, dan perpustakaan. Teknologi ini pertama kali ditampilkan pada 2013 saat file tulisan sebesar 300 kilobyte berhasil direkam secara 5D.

”Sangat menggetarkan hati bahwa kami dapat menciptakan teknologi untuk menjaga dokumen dan informasi serta menyimpannya untuk generasi masa depan. Teknologi ini dapat mengamankan bukti terakhir peradaban kita. Semua dari kita tidak akan dilupakan,” ungkap Profesor Peter Kazansky dari Pusat Penelitian Optoelectronics dilansir Nanowerk.

Sekarang dokumen-dokumen penting dari sejarah manusia seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Magna Carta, King James Bible, dan Newton Opticks telah berhasil disimpan sebagai salinan digital yang dapat menyelamatkan ras manusia. Salinan Deklarasi Universitas Hak Asasi Manusia itu telah dikode dalam storage data 5D dan diberikan pada UNESCO oleh ORC di acara penutupan International Year of Light (IYL) di Meksiko.

Dokumen-dokumen itu direkam menggunakan laser ultracepat, yang memproduksi getaran cahaya pendek dan intensif. Dokumen itu ditulis dalam tiga lapisdotstrukturnanoyangdipisahkan hingga 5 mikrometer. Susunan struktur nano itu mengubah cara cahaya melintas melalui kaca, memodifikasi polarisasi cahaya yang kemudian dapat dibaca dengan kombinasi mikroskop optik dan polariser, sama dengan yang ada di kaca mata Polaroid.

Storage itu pun disebut sebagai kristal memori Superman karena kaca memori itu serupa dengan kristal memori yang digunakan dalam film Superman. Pengodean informasi itu tampak dalam lima dimensi: ukuran dan orientasi yang ditambahkan pada posisi tiga dimensi dari struktur nano tersebut. Saat ini tim peneliti sedang mencari mitra industri untuk terus mengembangkan dan mengomersialisasi teknologi baru tersebut.

Perusahaan-perusahaan penyimpanan data juga terus melakukan terobosan terbaru dalam teknologi dan produk mereka. Salah satunya Seagate yang baru meluncurkan hard disk drive (HDD) pertama di dunia yang menggunakan helium. Produk tersebut mampu menyimpan data hingga 10 terra byte.

Penggunaan helium ini diklaim mampu menekan kepadatan piringan hingga 25%. Seagate menyatakan helium yang dibenamkan dalam HDD mampu mengurangi turbulensi sehingga mengurangi gesekan pada piringan data. Keunggulan lainnya, storage berhelium ini lebih ringan. HDD ini ditargetkan untuk digunakan di pusat- pusat data berbasis cloud.

Arvin