Edisi 28-02-2016
Mendongkrak Jumlah Wisatawan


Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang jangan hanya dipandang sebagai sebuah fenomena alam. Banyak hal yang manfaatnya bisa diambil dari GMT nanti.

Di antaranya adalah memperkenalkan berbagai potensi wisata bahari di Indonesia serta memperkuat budaya penelitian. Deputi bidang Koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya Safri Burhanuddin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi kedatangan lebih dari 100 yatch dari Singapura untuk menikmati GMT. “Mereka berasal dari berbagai negara.

Hanya, yatch yang mereka miliki diparkir di Singapura,” ungkap dia. Menurut Safri, pemerintah memang sengaja menjadikan momentum itu sebagai penarik minat wisatawan asing berkunjung ke Indonesia. Bahkan, sejak tahun lalu hal itu sudah diinformasikan kepada sejumlah perusahaan travel di beberapa Negara. “Kita mengambil contoh dari sejumlah negara yang terlebih dahulu melakukan hal itu,” katanya.

Dari sisi edukasi, lanjut dia, Kemenko akan mengundang lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa untuk melihat langsung fenomena GMT. Menggunakan kapal Pelni, selama perjalanan, pelajar dan mahasiswa tersebut akan diinformasikan mengenai berbagai potensi bahari di Tanah Air. Fenomena alam langka ini menjadi buruan para peneliti.

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) akan mengamati GMT di Maba, Halmahera Timur. Sementara, Tim Lapan akan mengamati di Ternate, Maluku Utara. Tim Program Studi Astronomi ITB dan Observatorium Bosscha ITB tersebar di sejumlah wilayah. Bukan hanya itu, sejumlah peneliti yang tergabung dalam Universe Awareness (Unawe) Indonesia akan melihat GMT di Poso, Sulawesi Tengah.

Sebagian lagi akan meneliti di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, dan Belitung, Bangka Belitung. Adapun peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peneliti Korea Selatan, dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta mengamati gerhana di Palu, Sulteng, dan sekitarnya. Jumlah peneliti asing bisa bertambah mengingat sebagian masih mengajukan izin penelitian.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, GMT 2016 akan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisman karena peristiwa tersebut banyak diminati oleh kalangan astronom dan peneliti, komunitas astronomi, fotografer, maupun wisman dan wisnus termasuk masyarakat setempat. “Sebagai perbandingan (benchmarking ) ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil mena- rik sebanyak 60.000 pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencarter pesawat.

Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA liver broadcast” kata Menpar Arief Yahya dalam jumpa pers bersama para gubernur dan bupati dari berbagai wilayah yang akan dilintasi GMT 2016 di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta. Bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata, juga dipersiapkan paket tur, di antaranya Eclipse Regatta.

“Untuk Eclipse Regatta, sudah ada 4 cruise yang mendaftarkan diri melintasi Indonesia saat berlangsung GMT yakni; Orion Cruise (milik National Geographic), Caladonian Cruise, Coral Princess Cruise, dan Peter Deilmaaan Cruise, sedangkan PT Pelni merencanakan TIGA kapal besar sebagai hotel terapung di Bangka, Belitung, Palu, dan Ternate,” jelasnya.

GMT 2016 memiliki keistimewaan tersendiri bagi Indonesia karena di tahun tersebut jalur totalitas gerhana matahari akan melewati Indonesia, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat mengamati fenomena GMT dari daratan. Peristiwa GMT 2016 akan menjadi daya tarik pariwisata atau spesial interest, bagi mereka yang bergelut di bidang sejarah, edukasi, penelitian astronomi, fotografi, dan traveling.

Dan diharapkan, akan menggerakkan mereka untuk mengunjungi daerah destinasi wisata yang akan dilalui gerhana matahari total tersebut. Dari 12 provinsi yang akan dilintasi GMT 2016 masing-masing telah mempersiapkan kegiatan menarik. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan event seperti glowing night run, ritual komunitas supranatural, performance budaya, festival lomba foto internasional, pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter, pelepasan lampion, dan tur edukasi untuk anak sekolah bekerja sama dengan LAPAN.

Hermansah