Edisi 28-02-2016
Menjadikan Dunia Lebih Kecil


Demi bisa mengikuti perkembangan zaman, penting bagi semua kalangan untuk menguasai second language. Namun permasalahannya, tidaklah mudah mencari mentor atau guru bahasa yang berkualitas.

Selain itu, padatnya aktivitas masyarakat kerap menjadi hambatan, sehingga sulit membagi waktu apa lagi untuk datang ke lokasi tempat kursus. Ditambah lagi biaya yang harus dikeluarkan pun tinggi. Terlebih bila peserta menginginkan kursus dengan native teacher, tentu memerlukan biaya yang jauh lebih mahal.

AdalahTomy Yunusyangcobamengubah persepsi tersebut dengan memberikan kursus bahasa yang tak terikat oleh tempat, waktu, dan dengan biaya yang terjangkau, namun tetap membuahkan hasil yang optimal berkat pemanfaatan teknologi seperti penggunaan video conference dan lain sebagainya.

Tomy menjelaskan, berkat perkembangan teknologi, tidak sulit bagi masyarakat untukmenguasaibahasaasing. ”Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini, masyarakat semakin mudah untuk belajar secara langsung dengan native. Tidak perlu khawatir lagi soal waktu dan tempat,” katanya.

Apalagi, sistem belajar online ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya peserta dapat berbicara langsung dengan native teacher menggunakan video call. Bandingkan jika berada di dalam kelas, seorang guru bisa mengajar beberapa murid sekaligus. ”Kalau dibandingkan dengan kursus offline yang banyak menghabiskan waktu dan biaya, Squline menerapkan sistem belajar secara online dan diajarkan oleh tenaga ahli profesional, satu guru satu murid,” ujar Tommy, berpromosi.

”Kami membuka harga mulai Rp490.000-1.200.000, tergantung bahasa dan paket yang ingin diambil peserta. Semua kelas dilakukan setiap hari,” sambungnya. Cara online seperti ini, menurut Tomy, sangat efektif untuk menguasai bahasa. ”Karena menurut pengalaman saya, kunci agar bisa cepat menguasai bahasa yaitu belajar dengan orang dari negara asal bahasa tersebut. Belajar dengan native speaker atau dilakukan setiap hari.

Maka itu, kami buka kursus dengan menghadirkan native teacher, yang bekerja sama dengan lima kampus di Filipina dan Tiongkok,” tutur Tomy. Bahasa, lanjut Tomy, memiliki peranan yang sangat penting saat ini. Terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang memiliki dua tantangan.

”Kita yang keluar atau mereka yang datang ke Indonesia. Maka itu, untuk bisa bersaing, kemampuan berbahasa adalah modal yang paling mendasar sebelum kita masuk ke industri yang lebih spesifik. Nah, saya ingin mempermudah masyarakat yang mau menguasai bahasa dengan metode pembelajaran online,” bebernya.

Untuk memperkenalkan metode pembelajaran online yang dirintisnya, Tomy memberikan free trial class kepada para peserta agar dapat merasakan dulu metode tersebut. Sekaligus mengecek jaringan peserta didik. ”Karena jaringan sangat penting dan menjadi salah satu syarat untuk mengikuti kelas kami,” imbuh Tomy.

Tomy menambahkan, berkat perkembangan teknologi, kita semakin mudah mengakses informasi dari berbagai negara di dunia. Salah satunya jika ingin berbicara dengan native speaker. ”Jadi, tidak perlu lagi datang langsung ke negara yang dimaksud. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk itu, sehingga menciptakan efisiensi baik dari segi waktu maupun keuangan, dan bisa dilakukan oleh semua orang,” katanya.

Selain itu, rencana ke depan Tomy tidak hanya ingin menghubungkan masyarakat dengan bahasa, tapi juga untuk keperluan bisnis ataupun transaksi ke berbagai belahan dunia secara mudah. ”Intinya, saya ingin membuat dunia ini menjadi kecil dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan begitu, masyarakat mudah berkomunikasi bahkan bertransaksi dengan masyarakat yang ada di seluruh dunia,” pungkas Tomy.

Robi ardianto