Edisi 02-03-2016
Luncurkan Supernova Edisi Terakhir


PENULIS novel Dewi Lestari merilis Supernova: Inteligensi Embun Pagi (IEP) di Grand Indonesia Kaya, Jakarta, akhir pekan lalu. Dee, sapaan akrab Dewi Lestari, yang sudah lama tidak membuat karya terbaru ini merasa perlu memperkenalkan novel de - ngan cover putih ini secara meriah.

Alasannya seba gai tanda 15 tahun perjalanan Supernova yang merupakan seri pamungkas dari karya itu sendiri. “15 tahun Supernova bagi saya bagai kan lari maraton yang sangat panjang, tentu ada jatuh bangun, suka duka, sedih dan bahagia, serta pengalaman tidak mudah 15 tahun menulis Supernova,” kata Dee seusai peluncuran IEP.

Dalam proses penulisan Supernova: Inteligensi Embun Pagi, Dee mengaku membutuhkan berbagai macam “jurus” untuk menjawab berbagai misteri di seri sebelumnya. Seperti pada tiga bab terakhir, dia harus mengungsi ke hotel untuk mendapatkan ide menarik. “Saya butuh kondisi yang tidak diganggu, tidak diajak ngobrol, tidak ada distraksi.

Akhirnya, saya izin ke suami, saya butuh satu hari menyelesaikan buntut ceritanya,” ujar wanita kelahiran Bandung, 20 Januari 1976 ini. Kebiasaan Dee menyendiri saat membuat novel ini sudah sering dilakukan. Sebelumnya, ketika mengerjakan Perahu Kertas, penulis yang pernah bergabung dengan kelompok vokal Rida Sita Dewi (RSD) itu sampai tinggal di kos selama dua bulan.

“Tapi kalau sekarang tidak memungkinkan karena saya sudah punya dua anak, harus urus rumah. Sekarang bagaimana bisa seimbangkan antara urusan kerjaan dan pribadi,” beber istri Reza Gunawan itu. Seri Supernova ini terdiri atas enam buku, yakni Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (2001), Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012), Gelombang (2014), dan Inteligensi Embun Pagi (2016).

Thomasmanggalla