Edisi 11-03-2016
2 Siswi SMP Korban Human Trafficking


LANGKAT – Dua siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat menjadi korban penjualan manusia atau human trafficking.

Mereka dipaksa melayani nafsu sejumlah lelaki hidung belang dan kemudian diberi uang Rp100.000. Kasus ini terungkap setelah kedua korban berinisial R, 15, dan C, 16, melaporkan kasus yang menimpa mereka ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Langkat, Kamis (10/3). Saat melapor mereka didampingi Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Langkat.

Setelah memberikan keterangan, R menceritakan peristiwa mengerikan dalam hidupnya itu terjadi pada 17 Februari 2016. Ketika itu dia bersama rekannya, C, diajak seseorang bernama Rina alias Ayu ke sebuah rumah di Desa Batu Seratus, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat. Setibanya di rumah semipermanen tersebut sekitar pukul 20.00 WIB, mereka masuk ke dalam sebuah kamar.

Tak lama, Rina mendapat telepon dari temannya dan keluar meninggalkan kamar sembari mengunci pintu. Tak lama berselang, dua pria keturunan etnis Tionghoa datang ke dalam kamar. Salah satu di antara mereka membawa C dan satunya lagi tetap di kamar tadi bersama RA. Masih kata R, dia sempat mencoba melarikan diri dari kamar tersebut, namun langsung ditangkap pria berumur sekitar 34 tahun.

R kalah tenaga sehingga tak mampu melawan dan dipaksa melayani nafsu bejat pria tersebut. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pria tadi pun langsung pergi meninggalkannya seorang diri. Kemudian, Rina datang ke kamar dan memberikan uang Rp100.000. ”Saya kemudian dibawa pulang dan kakak itu di jalan mengancam agar jangan memberi tahu kejadian tadi kepada siapa pun,” kata R yang duduk di kelas VIII SMP ini.

R mengaku takut dengan ancaman Rina sehingga tak bisa menolak ketika dipaksa kembali melayani lelaki hidung belang pada 18 dan 19 Februari 2016. Ironisnya, dalam semalam R dipaksa melayani dua pria hidung belang dengan bayaran yang sama. Selama tiga malam berturutturut, gadis bertubuh mungil itu mengaku melayani lima pria hidung belang. ”Saya dijemput dari rumah pukul 17.00 WIB dan diantar pulang pukul 22.00 WIB. Ya, saya cuma diberi Rp100.000 sama Kak Rina, habis itu diantar pulang ke rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Langkat Ernis Syafrin Eldin menegaskan kasus yang melibatkan dua bocah SMP ini diduga melibatkan sindikat penjualan orang. ”Kami meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini karena sudah menggurita di kawasan Pangkalan Susu,” katanya. Adapun Kaban KBPP Langkat Purnama Tarigan mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Dia pun mengharap pihak kepolisian serius menangani kasus ini.

”Kami berharap kasus ini segera terungkap agar tidak ada lagi anak di bawah umur menjadi korban perdagangan orang. Apalagi sampai dijadikan budak seks,” ucapnya. Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Langkat Iptu Rinaldi ketika dikonfirmasi mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. ”Ya, korbannya masih membuat laporan, nanti kami tindak lanjuti,” katanya.

Eliando simarmata

Berita Lainnya...