Edisi 19-03-2016
Raih Kemajuan melalui Pendidikan Berkualitas


TANGERANG – Dalam rangka memperingati HUT Ke-115 sekolah Tiong Hoa Hwe Koan (THHK) Pahoa, sekolah terpadu Pahoa menyelenggarakan seminar dengan tema ”Semangat Mengejar Kemajuan, Belajar dari Sejarah Sekolah THHK”.

Seminar ini mencoba mempelajari sejarah, mencermati keadaan dan tantangan masa kini untuk melangkah ke masa depan. Dalam seminar ini empat pakar yang sesuai dengan keahliannya dihadirkan sebagai pembicara. Mereka adalah Chen Menghong yang akan mengulas tentang Kong Koan Batavia.

Kemudian, Didi Kwartanada sejarawan kondang yang membahas tentang THHK dan sekolah Pahoa pada 1901 oleh para pemuka etnis Tionghoa. Selain itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pahoa Suryono Limputra yang membahas budi pekerti melalui Dzigui serta Ki Supriyoko yang menghantarkan para peserta seminar kepada tantangan dunia pendidikan di era globalisasi seperti saat ini.

Anggota Dewan Pengawas Yayasan Pahoa Hans Kartikahadi mengatakan, acara yang dihadiri sekitar 1.600 orang tersebut akan mempertunjukkan foto-foto dari 20 founding fathers atau pendiri sekolah THHK sejak era 1901 sampai 1966. ”Di sini kami mengajarkan bagaimana budi pekerti, bagaimana malu, dan sekolah ini adalah sekolah yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Tionghoa lafal Mandarin,” katanya kemarin.

Menurut Hans, sejak pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949, sekolah Pahoa berangsur- angsur menyesuaikan kurikulum dengan kurikulum nasional. Hasilnya, pada 1954 sekolah Pahoa telah resmi terdaftar sebagai peserta ujian negeri yang tetap mempertahankan pengajaran bahasa Mandarin dan Inggris dalam kurikulumnya.

”Baru-baru ini malah kita mendapat kabar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bahwa indeks pada SMP dan SMA mendapat nilai tertinggi nasional. Karena itu, Menteri Pendidikan Anies Baswedan telah mengutus Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk mengabarkan itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pahoa Suryono Limputra mengatakan, dari zaman ke zaman, Pahoa selalu memberikan pendidikan yang berkualitas. ”Setelah ditutupnya Pahoa pada 1966, sekolah terpadu Pahoa telah mencetak tiga angkatan lulusan SMA yang jumlahnya melebihi 300 orang,” katanya.

denny irawan

Berita Lainnya...